FSRD ISI Denpasar Menggelar Pameran TA di Bantara Budaya

FSRD ISI Denpasar Menggelar Pameran TA di Bantara Budaya

_MG_0638_editedKiriman: Ketut Hery Budiyana, A.Md (Humas ISI Denpasar)

Denpasar- Memasuki era kreatif, dewasa ini para mahasiswa harus dapat berkarya dengan mengutamakan kreativitas, hal tersebut tercermin dari karya cipta mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Denpasar dalam pameran ujian tugas akhir (TA) semester genap 2013/ 2014 yang dibuka Sabtu 21 Juni 2014, bertempat di Bantara Budaya Bali. Pameran TA diikuti oleh 81 mahasiswa yang terdiri dari 18 dari Jurusan Seni Rupa Murni, 4 dari Jurusan Kriya Seni, 13 dari Jurusan Desain Interior, 31 dari Jurudan DKV serta 15 dari Jurusan Fotografi. “Dari jumlah tersebut lebih banyak mahasiswa yang mengambil jalur penciptaan yaitu 78 mahasisiwa dan 3 jalur pengkajian” Ungkap Pembantu Dekan I FSRD ISI Denpasar yang sekaligus sebagai Ketua Panitia, Drs. Olih Solihat Karso, M.Sn. Pameran yang dibuka oleh Pembantu Rektor III ISI Denpasar, Drs. I Wayan Gulendra, M.Sn mewakili Rektor ISI Denpasar berlangsung selama 5 hari dari tanggal 21 Juni 2014 hingga 25 Juni 2014. Menurut PR III ISI Denpasar Drs. I Wayan Gulendra, M.Sn, pameran tugas akhir merupakan proses pendidikan yang harus dilalui mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjana, namun ini bukan proses akhir belajar, mahasiswa harus terus belajar sepanjang hayat. Kegiatan ini juga bagian dari proses evaluasi dan tolak ukur selama kurang lebih 3 tahun belajar di ISI Denpasar. Ditegaskan pula untuk meningkatkan mutu mahasiswa harus memiliki 4 kecerdasan yaitu spiritual, emosional, intelektual dan social. Keempat unsur ini harus seimbang dalam menjalankan persaingan nanti di masyarakat. “Ujian era saat ini semakin berat, arena ujian lebih luas bagi mahasiswa nantinya adalah di masyarakat” ujar I Wayan Gulendra.

_MG_0609_editedSementara Dekan FSRD ISI Denpasar, Dra. Ni Made Rinu, M,Si mengungkapkan bahwa pameran ini penting untuk menguji kreativitas mahasiswa di lapangan serta pameran ini sebagai pertanggung jawaban akademik setelah nantinya menempuh ujian komprehensif yang dimulai pada tanggal 24 Juni 2014. Menanggapi tema yang diangkat dalam pameran yaitu “ Silhouette of Life”, Ni Made Rinu menyampaikan bahwa bayangan kehidupan ada dua yaitu ke atas dan ke bewah. Ke atas merupakan bagaian dari ide, gagasan ataupun motivasi, sementara ke bawah adalah realisasi dari ide dan gagasan tersebut. Kedua unsur tersebut direalisasikan dalam karya cipta yang mengangkat realitas ataupun fenomena social di masyarakat. “Lewat pameran ini besar harapan saya perlu mendapatkan masukan dan kritikan, untuk melahirkan seniman professional yang siap bersaing di masyarakat” ucap Ni Made Rinu tersenyum.

_MG_0605_editedTurut hadir dalam pembukaan pameran yaitu Pembantu Dekan I FSP, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Koordinator Bantara Budaya Bali (Warih Wisatsana), para staf dan dosen dari dua Fakultas yang ada di ISI Denpasar, dan juga dihadiri oleh mahasiswa peserta TA. Pihak Bantara Budaya, Warih Wisatsana menyambut baik digelarnya pameran FSRD di Bantara Budaya Denpasar, keran kegiatan ini sesuai dengan visi Bantara Budaya sebagai wadah untuk para seniman berkumpul, berkarya melahirkan ide dan gagasan untuk kemajuan bangsa.

Dalam pembukaan Pameran juga dimeriahkan oleh pertunjukan tari dan music dari anak-anak Brahmacari Vratawijaya Denpasar, di bawah bimbingan Guru Rsi Sri Hasta Dala. Sementara acara juga diisi dengan seminar akademik yang digelar tanggal 22 Juni 2014 di Bantara Budaya yang menghadirkan dua pembicara yaitu Drs. I Ketut Murdana, M.Sn dan Dr. Drs. I Gst. Ngurah Ardana, M.Erg dengan moderator Cok Ratna Cora, S.Sn., M.Si.

Comments are closed.