FSRD ISI Denpasar Wujudkan Visi Internasionalisasi Perguruan Tinggi Seni di Australia

FSRD ISI Denpasar Wujudkan Visi Internasionalisasi Perguruan Tinggi Seni di Australia

Perth (Australia)- Setelah suskses menyelenggarakan pameran, agenda akademis selanjutnya yang ditampilkan delegasi ISI Denpasar adalah menyelenggarakan seminar dan workshop sehari, pada tanggal 18 Agustus 2010, bertempat di hall Fakultas ALVA Universitas Western Australia. Seminar Internasional diawali dengan pengenalan keberadaan Perguruan Tinggi Seni di Indonesia khususnya ISI Denpasar oleh Pembantu Rektor II ISI Denpasar, I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum., yang mewakili Rektor ISI Denpasar. Dilajutkan dengan seminar yang dibawakan oleh para dosen ISI Denpasar, diantaranya Dr. Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes dengan makalah berjudul ‘Ergonomics and Tri Hita Karana Conception in Balinese Traditional Houses’, Putu Agus Bratayadnya, S.S., M.Hum. membahas tentang ‘The Color Meaning in Kamasan Painting’ serta Nyoman Lia Susanthi, S.S. dengan makalah berjudul ‘The Analysis of Communicative Meaning in Kamasan Painting: a Case Study Within Bima Swarga.

Tampak para peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dari Faculty of Architecture, Landscape and Visual Arts, University of Western Australia, sangat antusias mengikuti seminar. Mengingat content makalah yang dibawakan sangat menarik yaitu masing-masing pembicara menyelipkan local genius Bali diantaranya Lukisan Kamasan dan Konsep Tri Hita Karana.

Setelah seminar usai dilanjutkan dengan workshop tentang proses pembuatan lukisan Kamasan Bali, yang dibawakan oleh para dosen FSRD ISI Denpasar, diantaranya I Made Subrata, Ni Made Rinu, I Made Bendi Yudha, , I Wayan Kondra dan para dosen lainnya. Pada sesi inipun para peserta sangat tertarik mengikuti satu demi satu proses pembuatan Lukisan gaya Kamasan. Ketertarikan mereka tampak ketika usai kegiatan workshop para peserta masih betah untuk meneruskan lukisan mereka. Bahkan saking antusiasnya mereka ingin ke Bali untuk belajar lebih dalam tentang lukisan klasik Bali. “Ini pengalaman yang menarik bagi kami dapat belajar dan mengenal lukis wayang tradisional” ungkap Lina, salah satu mahasiswa Fakultas ALVA UWA.

“Melihat apresiasi civitas UWA terhadap kesenian Bali, saya cukup puas” kata Ni Made Rinu seusai menarikan memberikan workshop. Ini membuktikan ISI telah go Internasional” Imbuhnya.

Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA dilain kesempatan menanggapi dengan baik kerjasama ini dan mengharapkan realisasi kerjasama antara University of Western Australia dengan ISI Denpasar dan antara FSRD ISI denpasar dengan Faculty of Architecture, Landscape and Visual Arts University of Western Australia, sebagai langkah nyata untuk meningkatan akuntabilitas dosen dan Internasionalisasi kampus seni khususnya ISI Denpasar. Besar harapan ini mampu meningkatkan citra positif ISI Denpasar dan Bangsa Indonesia di tingkat Internasional. Dengan kerjasama ini juga dapat menambah networking kita di dunia dan diharapkan dapat memotivasi diri untuk mengasah kualitas dan kemampuan diri agar dapat bersaing di tingkat internasional.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Comments are closed.