GALI POTENSI KESENIAN ISI DENPASAR SASAR 14 DESA DI BULELENG

GALI POTENSI KESENIAN ISI DENPASAR SASAR 14 DESA DI BULELENG

Sumber : Bali Post

Warisa Kesenian yang begitu beragam di kabupaten buleleng belekangan ini mulai mengundang perhatian dari pihak akademisi di Bali. Untuk mengembangkan potensi kesenian di Bali Utara Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menawarkan kepada pemerintah daerah melakukan penelitian dalam rangka menggali dan mengembangkan potensi kesenian di daerah ini. Tahap awal, penggalian akan menyasar 14 desa, Desa – desa ini dipilih karena dari catatan sejarah hingga fakta memiliki warisan kesenian original namun pengembangannya belum optimal.

Demikian di ungkapkan rector ISI Denpasar  Dr. I Gede Arya Sugiartha, SS.Kar., M.Hum. saat menghadiri penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ratusan mahasiswanya di Puri Seni Sesana Budaya Singaraja, Rabu (2/9) kemarin.

Acara itu dihadiri Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Buleleng I Made Sedana mewakili Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Buleleng Dra. Wayan Laugraheni, Ketua Panitia KKN Ida Ayu Trisnawati, S.ST., M.Si., camat dan perbekel di lokasi KKN mahasiswa ISI Denpasar.

Lebih jauh Arya mengatakan, tawaran untuk berpartisipasi dalam menggali dan mengembangkan potensi kesenian dibuleleng sebagai tindak lanjut setelah mahasiswanya menuntaskan program KKN selama sebulan. Mahasiswa maupun tenaga dosen dilingkungan ISI Denpasar akan siap membantu pemerintah daerah dalam memetakan jenis – jenis kesenian di 14 Desa di Buleleng. Tidak hanya mendata, pihaknya akan mempelajari lebih dalam terkait potensi tersebut dan kemudian merancang program yang bisa dilakukan untuk mengembangkan potensi kesenian yang “tertidur” tersebut. “ Kami sudah berbicara dengan pak Bupati pada waktu pembukaan KKN. Kami siap memetakan dan menggali potensi kesenian di 14 desa ini dan merancang pola pengembangannya. Tentu dalam pelaksanaan kami dari sudut keilmuan dan modal materialnya disiapkan dari pemerintah disini dan itu sudah kami bicarakan dengan pak bupati” tegasnya.

Menurut Pria Asal desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan ini, potensi kesenian umumnya di buleleng begitu beragam dan tidak banyak dimiliki oleh daerah lain di Bali. Dari sekian banyak potensi kesenian itu, memang masih memerlukan upaya nyata oleh pemerintah untuk mengembangkan agar warisan leluhur itu tetap eksis  dan dikenali oleh kalangan generasi muda. Untuk itu, pelaksanaan KKN ratusan mahasiswanya selama sebulan itu telah dijalankan sejumlah program mulai dari aspek pembinaan tari, tabuh, dan program penting lainnya.

Bahkan peserta KKN di Desa Bontiing mahasiswanya telah berhasil memfasilitasi masyarakat disesa ini dalam menciptakan sebuah tarian yang dijadikan maskot Desa Bontiing  Kecamatan Kubutambahan. Tarian ini diberikan nama “Keseselan Semaya”. Tarian ini tercetus dari ide Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Dari sinopsisnya, nama tari ini diambil dari Bungan Keselan  yang banyak tumbuh di Pura Pucak Manik Bang Desa Bontiing. Tarian ini dimainkan oleh lima orang penari dan diiringi penabuh. Tarian ini dipentaskan untuk upacara penyambutan dalam pelaksanaan upacara menurut adat Bali. “Kami sangat senang karena mahasiswa kami bisa memfasilitasi wargs dalam KKN untuk menggarap sebuah tari dan sekaligus dijadikan maskot desa. Ini awal dan kami siap untuk terus menggali kesenian lain di daerah ini” imbuh Arya sembari diiyakan oleh Ketua Panitia KKN ISI Denpasar Ayu Trisnawati.

Comments are closed.