Gali Potensi ”Local Genius” ISI Denpasar Gelar Pelatihan Menggambar Wayang Kamasan

Gali Potensi ”Local Genius” ISI Denpasar Gelar Pelatihan Menggambar Wayang Kamasan

SEBAGAI perguruan tinggi seni berbasis keunggulan lokal (local genius) dengan kualitas bertaraf internasional, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar makin memantapkan komitmennya menggali potensi local genius Bali. Di bidang seni rupa/lukis, misalnya, salah satu potensi yang dinilai sangat layak untuk diangkat ke percaturan seni rupa dunia adalah lukisan wayang Kamasan, Klungkung yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah perkembangan seni rupa Bali.
Untuk itu, ISI Denpasar menggelar Pelatihan Menggambar Wayang Kamasan mulai 22 September hingga 5 Oktober 2010. Pelatihan dengan instruktur Ni Wayan Sri Wedari, S.Sn. itu diikuti 20 orang peserta yang meliputi 15 orang dosen FSRD dan lima orang mahasiswa FSRD ISI Denpasar.
Ditemui seusai membuka pelatihan, Rabu (22/9) kemarin, Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S, M.A. menegaskan lukisan wayang stil Kamasan sangat layak dijadikan salah satu unggulan termasuk dimasukkan sebagai salah satu materi kurikulum di FSRD ISI Denpasar. Pertimbangannya, lukisan wayang Kamasan merupakan salah satu khasanah kekayaan seni lukis Bali yang unik dan khas serta mencuatkan identitas ke-Bali-an yang sangat kental. ''Saya sangat berterimakasih kepada teman-teman di FSRD yang punya komitmen kuat untuk menjadikan lukisan wayang Kamasan sebagai salah satu program unggulan di FSRD dalam upaya terus meningkatkan diri menggali nilai-nilai kearifan lokal Bali,'' katanya dan menambahkan, sejatinya banyak sekali ragam seni rupa khas Bali yang sangat berpeluang untuk digali, dilestarikan dan dikembangkan di FSRD ISI Denpasar.
Hal senada dilontarkan Dekan FSRD ISI Denpasar Dra. I Made Rinu, M. Si. Ditegaskan, FSRD ISI Denpasar punya kewajiban untuk melestarikan dan mengembangkan khasanah kekayaan seni rupa Bali yang dikemas dalam kurikulum pendidikan. Khusus lukisan wayang Kamasan, kata dia, sangat terkait dengan sejarah perkembangan seni rupa Bali sehingga seluruh mahasiswa FSRD wajib mengetahui dan memahami termasuk menguasai teknik seni lukis wayang Kamasan secara baik. ''Tak bisa dipungkiri, sejarah seni lukis Bali diawali dengan lukisan wayang klasik Kamasan, kemudian berkembang ke Ubud dengan seni lukisan gaya Ubud dilanjutkan dengan gaya Batuan, young artist dan terakhir seni lukis kontemporer,'' katanya.
Dalam konteks pendidikan budi pekerti, kata dia, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita wayang yang merupakan intisari seni lukis wayang Kamasan juga sangat perlu untuk dilestarikan dan ditumbuhkembangkan kepada generasi muda Bali. ''Secara estetika dan artistik, lukisan wayang Kamasan memiliki nilai yang sangat tinggi. Melalui kegiatan pelatihan ini, kami berharap akan muncul generasi-generasi penerus yang melanjutkan kejayaan seni lukis wayang Kamasan,''ujarnya. (ian)

Sumber: http://www.balipost.com

Comments are closed.