Gamelan Gong Gede Di Pura Ponjok Batu Singaraja: Kajian Nilai-Nilai Ritual

Gamelan Gong Gede Di Pura Ponjok Batu Singaraja: Kajian Nilai-Nilai Ritual

Oleh Pande Gede Mustika dan I Gede Mawan

Makalah Seminar IMHERE 2009

Budaya Bali telah hidup secara turun temurun berangkat dari kehidupan individu sampai pada aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh kelompok-kelompok formal, informal dan tradisional. Kekayaan warisan budaya Bali dilatarbelakangi oleh norma-norma agama, adat kebiasaan serta didukung oleh faktor keadaan alam. Warisan budaya seperti kesenian, menurut Umar Kayam (1989 : 17) adalah salah satu unsur sebagai “penyangga kebudayaan” merupakan ekspresi kebudayaan manusia yang timbul karena proses sosial budaya.

Pulau Bali yang luasnya 5.632.86 km2 sering mendapat julukan pulau kesenian. Bali yang didukung oleh sembilan kabupaten/kota antara lain : Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung, Kotamadya Denpasar, Buleleng, Gianyar, Bangli, Klungkung dan Kabupaten Karangasem. Kabupaten serta kotamadya tersebut memiliki berbagai bentuk jenis kesenian seperti : seni karawitan, seni tari, seni pedalangan, seni rupa, seni drama dan seni sastra.

Kesenian sebagai salah satu unsur kebudayaan Bali, menduduki posisi yang paling penting di antara unsur-unsur kebudayaan lainnya. Alasannya karena kesenian terkait dengan sistem religi (Mantra, 1996 : 9). Suburnya kesenian di Bali karena dipelihara dan didukung oleh sistem sosial yang berintikan lembaga-lembaga tradisional, seperti : desa adat, banjar, dan berbagai jenis sekaa (organisasi profesi). Sebagai wahana intergrasi, kesenian Bali menunjukan sifat sebagai bagian dari konfigurasi budaya yang ekspresif. Sebagai sebuah tradisi, keberadaan kesenian Bali sejalan dengan seluruh aspek kehidupan secara terpadu, di samping merefleksikan cita-cita masyarakat pendukungnya. Tidaklah berlebihan jika masyarakat Bali menganggap bahwa kesenian merupakan bagian integral dari hidupnya.

Kesenian tidak dapat dipisahkan dengan aspek manusia sebagai pelaku kesenian dan aspek kebudayaannya yang digunakan sebagai kerangka acuan dalam berperilaku di masyarakat. Lingkungan masyarakat merupakan kesatuan tempat bagi muncul dan berkembangnya manusia dalam kehidupan yang sekaligus merangsang daya pikirnya untuk mengembangkan kebudayaannya (Subiyantoro, 1999 : 343). Kebudayaan yang isinya perangkat model-model pengetahuan digunakan secara selektif oleh manusia sebagai pedoman untuk menginterpretasikan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial budaya.

Makalah Gamelan Gong Gede Di Pura Ponjok Batu Singaraja: Kajian Ninai-Nilai Ritual selengkapnya:

Comments are closed.