Garapan Pakeliran Inovatif Wayang Kemardikan ‘Perang Banjar’

Garapan Pakeliran Inovatif Wayang Kemardikan ‘Perang Banjar’

 

Karya Cipta Mahasiswa

Dalam Rangka Malam Kesenian

Dies Natalis Ke-12 & Wisuda ke-15

ISI Denpasar Tahun 2015

 

Persembahan

Fakultas Seni Pertunjukan

Institut Seni Indonesia Denpasar

 

Hari/Tgl : Senin, 27 July 2015

Tempat : Nretya Mandala ISI Denpasar

 

 

Karya Prodi Seni Pedalangan

Garapan Pakeliran Inovatif Wayang Kemardikan ‘Perang Banjar’

Cerita ini diambil dari sejarah Perang Banjar yang mengisahkan kegigihan masyarakat. Banjar melawan pemerintah kolonial Belanda di Buleleng pada tahun 1868. Dengan jatuhnya Jagaraga pada tahun 1846, secara politis seluruh wilayah kerajaan Buleleng telah dikuasai Belanda. Belanda mulai mengadakan perubahan-perubahan baik dalam politik, ekonomi dan lapangan social yang kemudian dengan leluasa dapat mengembangkan kota Singaraja sebagai kota niaga. Belanda mulai mengkonsolidasi kekuatannya di Buleleng. Sementara itu didaerah Buleleng Barat, Distrik Banjar yang dipegang oleh punggawa Ida Made Rai, sangat tidak setuju dengan pemerintah Raja Buleleng dilakukan dalam hasutan Patih Liarta yang merupakan pengikut setia kolonial Belandaa. Ida Made Rai dan masyarakat Banjar berikrar tidak akan tunduk dan takluk terhadap pemerintah kolonial Belanda. Oleh karena itu, Ida Made Rai selaku Punggawa Distrik Banjar melakukan pembangkangan melawan kekuasaan kompeni. Belanda tidak tinggal diam, dengan bantuan Pageh I Gusti Ngurah Ketut Jelantik, Distrik Banjar digempur habis-habisan, namun kobar semangat dan pekik Kemerdekaan Ida Made Rai bersama para pejuang dan rakyat Banjar lainnya menyatukan mereka untuk melawan kekuasaan kompeni yang hendak bercokol di “Bumi Singha Ambara Raja”

Pembimbing :  I Made Sidia, SSP., M.Sn

I Ketut Sudiana, S.Sn., M.Sn

Comments are closed.