Garapan Seni Rupa Pertunjukan: Gerhana Bulan Merah oleh ISI Denpasar Mendapat Sambutan Meriah Penonton

Garapan Seni Rupa Pertunjukan: Gerhana Bulan Merah oleh ISI Denpasar Mendapat Sambutan Meriah Penonton

Kiriman: Nyoman Lia Susanthi, S.S., M.A

Dalam ajang bergengsi yang digelar tahunan oleh pemerintah Provinsi Bali dalam bidang seni yaitu Bali Mandara Mahalango, ISI Denpasar sukses menampilkan sebuah tontonan baru yang menggabungkan seni pertunjukkan dan seni rupa menjadi garapan seni rupa pertunjukkan. Garapan yang digagas oleh konseptor Sujana Suklu dan Cok Ratna Cora (dosen ISI Denpasar) berdurasi 45 menit. Keunikan garapan ini terletak pada kombinasi antara tontonan pertunjukkan dan instalasi seni rupa yang digabungkan secara apik, sehingga instalasi seni rupa juga bagian dari pertunjukan yang dieksplorasi oleh seni pertunjukan. Garapan ini telah tampil sukses dan menarik penonton pada tanggal 23 Agustus 2015 di Panggung Terbuka, Ardha Candra, Art Center Denpasar. Gubernur Bali, Mangku Pastika didampingi Rektor ISI Denpasar juga sangat antusias menyaksikan pementasan tersebut.

Garapan ini dibuka dengan narasi yang mengungkapkan bahwa gerhana bulan merah merupakan energi dasyat ke bumi yang tidak mengenal dualisme. Dilanjutkan dengan video mapping oleh mahasiswa Film dan Tv ISI Denpasar dengan diiringi illustrasi musik karya I Ketut Sumarjana (dosen musik ISI Denpasar).

Dilanjutkan dengan garapan tari yang merespon istalasi bambu karya I Gede Oka Surya Negara, S.ST., M.Sn (dosen Tari ISI Denpasar) dan diiringi oleh musik garapan I Nyoman Kariasa, S.Sn., M.Sn (dosen Karawitan ISI Denpasar).

Gerhana bulan merah yang terjadi setiap 100 tahun sekali merupakan fenomena dunia. Dalam garapan ini direkostruksi kisah-kisah yang terjadi diberbagai belahan dunia. Kisah Kala Rau di Bali, Kisah Naga Memakan Bulan terjadi di China, Gerhana Bulan Penyebar Virus di Jepang, Refleksi Perbuatan oleh Suku Indian Navajo, dan kisah cerita tipu daya Columbus dengan Suku Indian yang menyatakan bahwa gerhana bulan merah adalah kemarahan Tuhan, sehingga suku Indian takut pada Columbus, sehingga Columbus mampu menaklukkan suku Indian.

Garapan ini memberi pesan bahwa apapun kisah-kisah yang terjadi di berbagai belahan dunia akibat gerhana bulan merah, merupakan tugas manusia sendiri untuk memilih serta memilah berbagai energi yang bergerak guna dimaknai secara positif. Selain itu mengingatkan kita bahwa fenomena besar tersebut akan terjadi pada tanggal 28 September 2015.

Comments are closed.