Gelar Workshop dan Seminar Internasional

Gelar Workshop dan Seminar Internasional

Kunjungan ISI Denpasar ke University of Western Australia (UWA) pada  tanggal 16-20 Agustus 2010 yang lalu, membuahkan hasil yang signifikan. Hari  Kamis 28 Oktober 2010, dua orang Profesor dari UWA hadir di kampus ISI Denpasar untuk menindaklanjuti kerjasama yang telah terjalin, salah satunya dengan mengadakan workshop International bertajuk  “Wood Cut and Printing” bertempat  di gedung Lata Mahosadi. Kedua Profesor tersebut adalah Winthrop Professor Simon Anderson, Dekan Fakultas Arsitektur, Landscape, dan Visual Arts (Faculty of Architecture, Landscape, and Visual Arts) UWA, dan Profesor Paul Trinidad, seorang seniman dan dosen Landscape and Visual Art pada fakultas yang sama di University of Western Australia.Workshop ini dimaksudkan untuk memberikan informasi dan pembelajaran tentang seni “wood cut” ( cukilan kayu) karena UWA memiliki tehnik dan peralatan yang canggih untuk  mendapatkan hasil yang lebih sesuai dengan apa yang ingin dicapai karena di Bali cukilan kayu masih dikerjakan secara manual sehingga hasilnya belum maksimal.
Profesor Simon Anderson mengatakan bahwa pihaknya merasa sangat bangga bisa bekerjasama dengan ISI Denpasar, sebuah kampus seni yang menjadi pusat pelestarian dan perkembangan budaya Bali. Tahun 2011 mendatang, UWA akan mengirimkan 20 orang mahasiswanya untuk belajar di ISI Denpasar, demikian pula sebaliknya, UWA mengundang mahasiswa dan dosen ISI Denpasar untuk belajar di kampusnya. Sehubungan dengan rencana tersebut, kedatangan Prof. Simon Anderson selain mendampingi Prof. Paul Trinidad, juga untuk bertemu secara langsung dengan Rektor ISI Denpasar, guna membahas “students exchange program” serta rencana penandatanganan MOU. Seluruh bangunan yang ada di ISI Denpasar termasuk asrama kampus ISI Denpasar yang telah dibangun sempat dikunjunginya, dan juga kegiatan dan proses belajar-mengajar di kedua fakultas.
Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S.,M.A didampingi Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar, Dra. Ni Made Rinu, M.Si. beserta jajarannya mengatakan bahwa kerjasama antara ISI Denpasar dan UWA merupakan bukti bahwa masyarakat internasional juga sangat mencintai kampus ISI Denpasar. Pihaknya berharap, MOU yang dimiliki tidak hanya diatas kertas, tapi juga diimplementasikan dalam kegiatan Tri Dharma. “Dengan akan didatangkannya mahasiswa UWA untuk belajar di ISI Denpasar, kiranya para dosen harus mengasah diri untuk persiapan mengajar mahasiswa asing tersebut, sehingga citra ISI Denpasar di tingkat internasional semakin baik dan signifikan,”ujar Prof. Rai berharap.
Humas ISI Denpasar melaporkan.

Comments are closed.