Gelaran Pameran Kriya ISI Denpasar di Gallery Monkey Forest

Gelaran Pameran Kriya ISI Denpasar di Gallery Monkey Forest

Prosesi pembukaan pameran yang ditandai  dengan pengguntingan untaian bunga

Prosesi pembukaan pameran yang ditandai dengan pengguntingan untaian bunga

Kiriman: Nyoman Dewi Pebriyani, S.T., M.A (Dosen PS. Desain Interior).

Gianyar- Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, tidak pernah henti-hentinya mengadakan kegiatan penunjang bidang pendidikan, salah satunya Pameran Inovasi Produk Kriya dan Fashion Menuju Industri Kreatif – Dalam Rangka Menyongsong Hari Pendidikan Nasional 2013. Pameran yang dibuka pada hari Minggu (28/4) bertempat di Gallery Monkey Forest Ubud, diikuti oleh dosen dan mahasiswa jurusan Kriya dan Fashion dengan menampilkan 75 karya. Pameran yang akan berlangsung selama dua minggu hingga 11 Mei ini dibuka secara resmi oleh Rektor ISI Denpasar, Dr. I Gede Arya Sugiharta, SSKar.,MHum, yang turut dihadiri oleh bendesa adat Padang Tegal, kepala Dinas Pendidikan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Gianyar serta beberapa perwakilan Museum.
Gelaran pameran ini tidak saja menampilkan hasil karya, namun juga proses pengerjaannya, seperti yang disuguhkan oleh Mahasiswa Kriya dengan menampilkan proses pembuatan dan pencetakan keramik, serta proses pembuatan batik tulis dengan menggunakan canting, sesuai dengan tujuan pameran ini yakni memperkenalkan jurusan-jurusan yang ada di bawah Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD).
Dalam sambutannya, Rektor ISI Denpasar mengungkapkan bahwa pameran merupakan ajang untuk menampilkan dan menyalurkan kreativitas, oleh karena itu dukungan terhadap kegiatan ekshibisi atau pameran dan pertunjukan selalu mendapat dukungan. Dukungan positif tidak saja datang dari pihak kampus ISI Denpasar namun juga dari pihak Bendesa Adat Padangtegal yang dalam kesempatan ini memberikan sambutan sebelum acara pembukaan, “kami sangat senang desa Padangtegal khususnya area Monkey Forest dipilih sebagai tempat pelaksanaan pameran, karena hal ini menunjukkan bahwa area ini mampu memberikan aura berkesenian, semoga kedepannya kerjasama ini berlanjut ketahapan selanjutnya” ungkap bendesa adat Padangtegal.
Undangan dan hadirin yang datang dari berbagai kalangan ini sangat antusias, hal ini terlihat dari banyaknya pengunjung yang menanyakan mengenai karya-karya yang dipajang kepada mahasiswa dan dosen. Mahasiswa kriya seni yang turut serta dalam acara pembukaan pameran ini berkesempatan untuk menunjukkan bakat dan keahliannya dalam membuat batik dan keramik, mahasiswa desain fashion pun tak kalah atraktifnya dengan menunjukkan busana hasil karya mereka bertema recycle atau daur ulang.

Comments are closed.