Gelaran Workshop Bagi Siswa dari Singapore

Gelaran Workshop Bagi Siswa dari Singapore

Kiriman Nyoman Dewi Pebriyani, Staf Dosen PS. Desain Interior.

Bertempat di Gedung Natya Mandala Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar berlangsung acara workshop tari yang digelar selama 3 hari, terhitung dari hari senin (11/6) hingga hari rabu (13/6). Pelaksanaan workshop dibuka oleh Pembantu Rektor IV ISI Denpasar, I Wayan Suweca, S.SKar.,M.Mus, dalam kesempatan ini, beliau menjelaskan tentang sekilas sejarah terbentuknya ISI Denpasar dan perkembangannya.

Workshop diikuti oleh siswa-siswi dari River Side Secondary School Singapore sejumlah 26 siswa dan 4 orang guru pendamping. Selama tiga hari siswa-siswi dilatih tari oleh beberapa dosen dan mahasiswa. Adapun siswi perempuan sejumlah 21 orang dilatih tari pendet oleh Ida Ayu Wimba Rupawati SST.,M.Sn bersama dua orang mahasiswa di Gedung Natya Mandala, sedangkan siswa laki-laki sejumlah 5 orang dilatih tarian Baris oleh I Gede Oka Suryanegara SST.,M.Sn dan Ida Bagus Surya di Gedung Green Room. Siswa siswi mengikuti kegiatan workshop yang dimulai dari pagi hingga siang hari, para pengajar dari ISI Denpasar yang memang telah terbiasa melatih siswa siswi asing, tidak menemui kesulitan yang berarti, sehingga siswa siswi tersebut dapat dengan mudah menyerap gerakan yang diajarkan.

Usai menjalani workshop selama tiga hari ini, nantinya tarian ini akan dipentaskan di Singapore dengan tujuan untuk memperkenalkan budaya Bali. Para siswa siswi yang memang biasa menari melayu dan india ini, tidak merasakan kesulitan yang berarti dalam menguasai gerakan tarian bali, karena telah memiliki dasar gerakan tari. Para siswa siswi sangat antusias mengikuti workshop, hal ini terlihat hingga hari terakhir pelaksanaan workshop mereka masih bersemangat dan terlihat mulai menguasai gerakan tari bali.

Workshop tari yang diadakan selama 3 hari merupakan salah satu bentuk kerjasama ISI Denpasar dengan berbagai pihak dari luar. Mereka merasakan kegiatan ini benar-benar menyenangkan karena tidak saja mengenal budaya bali, namun secara langsung merasakan pengalaman diajarkan langsung oleh penari bali. Salah seorang guru pendamping siswa-siswi ini mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswi kami, “kegiatan ini mampu memberikan suasana baru, jadi travelling sekaligus juga belajar memahami budaya setempat” tambahnya.

“Pengalaman yang luar biasa berada 3 hari di ISI Denpasar dan kami berharap bisa datang kembali kesini”, ungkap salah satu peserta saat hari terakhir latihan. Sebelum meninggalkan kampus ISI Denpasar, seluruh peserta dan pengajar foto bersama dan bersalam-salaman.

 

Comments are closed.