Generasi Muda Bali, Berlomba Menyayangi Seni

Generasi Muda Bali, Berlomba Menyayangi Seni

Kiriman Kadek Suartaya, Dosen PS Seni Karawitan

Kompetisi seni merupakan arena pacu yang telah melecut gairah bercumbu dengan nilai-nilai keindahan dan mereguk esensi kasih jagat seni. Seperti tampak sejak pagi hingga sore hari pada tanggal 24-25 Juli lalu itu  di Bale Wantilan Puri Ubud. Ratusan remaja yang datang dari seantero Bali  hadir sarat gairah unjuk kebolehan membawakan tari Baris, Legong, Margapati, Tarunajaya, Kebyar Duduk, dan tari Topeng Keras. Gelora menjadi yang terbaik memompa semangat mereka untuk menunjukkan totalitasnya menari. Namun demikian, dalam persaingan lomba seni tersebut, riak-riak damainya kasih seni mengemuka sangat kental. Rona kegirangan menyembur pada para peserta lomba.

Kreativitas dan inovasi seni tabuh dan tari secara bersaing dan bersanding telah menunjukkan fenomena menggembirakan terhadap pewarisan nilai-nilai estetik bangsa, misalnya tampak dalam peristiwa seni yang bersifat kompetitif. Di kalangan anak-anak Bali, seperti yang mencuat dalam Festival/Parade  Gong Kebyar, menabuh atau menari dengan dorongan lomba menggedor motivasi mereka untuk berprestasi seni yang biasnya bukan hanya sebatas hasrat berprestasi dalam jagat seni semata namun bisa jadi pula dalam kehidupan yang lebih luas. Lewat kancah seni ini, anak-anak Bali yang sejak dini berasyik masyuk dengan nilai-nilai keindahan seni akan tumbuh menjadi generasi kontributif bagi masa depan yang lebih cerah dalam kehidupan berbangsa.

Eksistensi kesenian Bali, seni pertunjukan khususnya, kiranya ikut disangga oleh penyelenggaraan kompetisi seni. Lomba-lomba tari Bali, gamelan Baleganjur, Gong Kebyar yang belakangan sering digelar memiliki kontribusi yang signifikan terhadap internalisasi nilai-nilai estetik bagi generasi muda. Melalui arena lomba ini, diantaranya, muncul generasi pewaris bangsa yang teruji dalam bidang seni pertunjukan. Globalisasi yang mencengkeram segala aspek kehidupan direspon dengan penuh respek oleh kalangan generasi seniman belia Bali terhadap nilai-nilai budaya lokalnya. Lomba adalah sebuah strategi menempatkan dan memberdayakan energi kesenian Bali dalam konteks kekinian.

Seni adalah nilai keindahan yang hidup dan berkembang seturut dengan peradaban kebudayaan manusia. Dipercaya, binar lahiriah keindahan seni menyemburkan kedamaian nurani dan aura terdalam dari jagat seni memiliki dimensi spiritual yang berkontribusi kuat pada moralitas  subjek kemanusiaan. Idealnya, seni malahan dianggap mampu memanusiakan manusia. Untuk mengawal moralitas setiap individu--dengan keyakinan seni sebagai penyejuk moral—jagat kesenian sangat fungsional dijadikan sebagai media pendidikan moralitas bangsa. Kebhinekaan Indonesia yang memiliki puspa warna ekspresi seni, dengan demikian, sangat memungkinkan menjadi bangsa yang menjunjung moral dengan penuh takzim. Mungkinkah?

Generasi Muda Bali, Berlomba Menyayangi Seni

Comments are closed.