“Going International”, ISI Denpasar dilirik UNISA

“Going International”, ISI Denpasar dilirik UNISA

Kiprah Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilakukan ISI Denpasar diantaranya ujian TA, persiapan Pesta Kesenian Bali, dan kegiatan pengabdian masyarakat, kampus seni satu-satunya di Bali ini mendapat kunjungan dari University of South Africa, yang terdiri dari Prof Fred J Van Staden dan Mr. Hellnut Willheim, kedatangan ini merupakan awal terbukanya hubungan ke arah yang lebih serius.

Kedatangan salah satu universitas dari Afrika Selatan ini dilatarbelakangi oleh adanya kegiatan Dharmasiswa yang merupakan program pemerintah Indonesia untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa/i dari luar negeri untuk belajar di salah satu universitas di Indonesia dalam waktu setahun. Adapun salah satu peserta Dharmasiswa yang memilih ISI Denpasar sebagai tempat belajarnya adalah mahasiswa dari Afrika Selatan yang bernama David Maphonyane, pengalaman yang dirasakannya diceritakan kepada professor dan seorang dosennya di kampus UNISA, ternyata hal ini memberikan pengaruh yang luar biasa hingga memunculkan keinginan dari mereka untuk melihat secara langsung Institut Seni Indonesia Denpasar.

Dalam pertemuan ini, penjelasan mengenai kampus UNISA (University of South Africa) dibeberkan dalam presentasi singkat oleh Prof. Fred, dalam presentasi tersebut beliau menjelaskan mengenai sekilas profile universitasnya sebagai perkenalan. Pertemuan dengan Prof Rai merupakan hal yang membuat mereka bahagia hal ini seperti yang diungkapkan bahwa kedatangan mereka ke Pulau Bali dan ISI khususnya merupakan awal untuk menjalin kerjasama yang lebih baik baik dalam bidang seminar, workshop, pameran, hingga pertukaran pelajar. Tentu saja hal ini disambut baik oleh bapak Rektor ISI Denpasar yang dalam kesempatan ini mengungkapkan bahwa tentu saja kami membuka kesempatan untuk menjalin kerjasama dengan universitas manapun dalam bidang kebudayaan dan kesenian sehingga harapan besar ISI Denpasar untuk menambah jaringan/networking dengan universitas di dunia pun bisa meningkat.

Kesempatan ini juga digunakan juga untuk mengunjungi fasilitas atau gedung-gedung kampus ISI Denpasar, yaitu Gedung Latta Mahosadhi yang menyimpan berbagai koleksi dalam bidang kesenian Bali, studio keramik dan patung yang letaknya bersebelahan dengan gedung Lata Mahosadi, hingga akhirnya mengunjungi gedung Kriya Hasta Mandala yang menyimpan berbagai koleksi lukisan dan karya keramik maupun patung dari mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar. Kekaguman terlihat menghiasi wajah kedua orang tamu ini setelah mengunjungi beberapa fasilitas yang tersedia di kampus, kemudian karena keterbatasan waktu akhirnya beliau harus meninggalkan ISI Denpasar dengan membawa harapan untuk kembali lagi.

Humas ISI Denpasar Melaporkan

Comments are closed.