Gong Beri Dalam Berbagai Naskah Kuno

Gong Beri Dalam Berbagai Naskah Kuno

Oleh: Hendra Santosa, Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar

Instrumen Gong Beri disebutkan pada 22 naskah kuno dari berbagai abad. Pada umumnya instrumen Gong Beri tidak berdiri sendiri melainkan di ikuti oleh berbagai instrumen. Gong Beri sebagai instrumen, tidak ditempatkan pada setiap peperangan, tetapi pada peperangan tertentu dengan nama-nama tertentu pula yang ada pada lingkungannya, bahkan ada pada saat duka cita.

Untuk mendukung kesimpulan tersebut, kita lihat dalam beberapa naskah kuno seperti kekawin Bharatayudha, kekawin Arjuna Wiwaha, dan kidung Rangga Lawe. Dalam Kekawin Baratayudha, kata beri, hanya tercantum dalam pupuh X no 3, disebutkan:

Samangkana sang aryya bhisma pinakagra senapati.

Katon mabhiseka sampun asekar sira bhusana

Penuh paseluring prawira masurak masanggharuhan.

lawan paddahi bheri cangka ti nulup hurung ring langit.

(Pada saat itu Bhisma dijadikan panglima tertinggi. Orang dapat menyaksikan. Ketika ia ditasbihkan: setelah ia memakai bunga-bungaan, ia lalu berhias. Orang-orang pahlawan yang banyak jumlahnya dan berbondong-bondong itu bersorak-sorak. Kelompok demi kelompok, berganti-gantian, padahi, bheri yang dipukul, dan sangka yang ditiup itu riuh rendah suaranya memenuhi langit).

Gamelan Gong Beri hanya terdapat dalam satu pupuh, padahal dalam kekawin Bharatayudha yang menyangkut peperangan sangat banyak. Kenapa hanya pada saat penobatan Bhisma yang menjadi senapati Korawa saja yang menggunakan Gong Beri? Tentu ada alasan-alasannya. Pertama, penulis menganggap bahwa Rsi Bhisma merupakan orang yang paling dihormati oleh kedua belah pihak yaitu Korawa dan Pandawa. Kedua, beliau adalah guru bagi kedua pihak.

Dalam C.C Berg, Bibliotheca Javanica, Ranggalawe.Middel Javaninsche Roman, kata beri ada pada bagian  pupuh VII no. 86  dan pupuh ke XI (pupuh Durma) no. 104. Jaap Kunts mengungkapkan hanya pada satu yaitu pupuh ke XI no. 104. Dalam pupuh ke VII no 58 disebutkan:

Gong Beri Dalam Berbagai Naskah Kuno selengkapnya

Comments are closed.