Impian Masyarakat Banjar Tegal Bebalang Bangli Menjadi Kenyataan.

Impian Masyarakat Banjar Tegal Bebalang Bangli Menjadi Kenyataan.

Kesenian yang merupakan bagian dari kebudayaan Bali yang memiliki pesona yang amat tinggi akan tetap terjaga serta lestari, karena kesenian  tidak terpisahkan dari kehidupan beragama masyarakat kita. Institut Seni Indonesia Denpasar , kemarin malam, Selasa 28 September kembali mendapatkan kesempatan untuk “ngaturang ayah” di Pura Dalem Banjar Tegal Bebalang Bangli, setelah sebelumnya rombongan seni dari Fakultas Seni Pertunjukan ini “ngaturang ayah” di Pura Dalem Agung, Kramas, Blahbatuh, Gianyar. Rombongan yang berjumlah 120 orang ini disambut hangat dan antusias oleh masyarakat serta prajuru adat disana, menampilkan tari Selat Segara, Satya Brasta, Jauk Manis, Truna Jaya, Baris, dan Bondres yang melibatkan mahasiswa Jurusan Tari dan Pedalangan. Mahasiswa dan dosen Jurusan Karawitan yang didukung oleh alumnus Jurusan Karawitan, mempersembahkan tetabuhan diantaranya Tabuh Kutus, Goak Macok, dan Cita Ustawa. Tampil para dosen dan pegawai dengan lantunan “gerong” yang semakin membuat para “pemedek” kagum dan kian memberi nilai religius pada upacara tersebut.

Penampilan Mahasiswa Pedalangan dengan bondresnya yang mengambil lakon kejayaan Satrya Taman Bali ini sangat menghibur masyarakat yang masih tetap antusias menyaksikan “ilen-ilen” sampai lewat tengah malam. Hal ini merupakan bukti nyata betapa masyarakat sangat tertarik dan menghargai kesenian Bali yang merupakan kekayaan budaya Bali yang harus kita lestarikan bersama. Masyarakat dan seluruh Prajuru Adat  dengan jelas mengekspresikan kegembiraan mereka, karena  Gong Gede baru yang dimiliki oleh desa pekraman  telah dimainkan oleh seniman ISI Denpasar sesuai harapan dan impian mereka. Para penabuh ISI Denpasar tampak sangat antusias menyambut kesempatan berharga tersebut, termasuk juga di dalamnya Ketua Jurusan Karawitan, I Wayan Suharta,S.Skar., M.Si., serta Dekan Fakultas Seni Pertunjukan, I Ketut Garwa, S.Sn., M.Sn.

Rektor ISI Denpasar, Prof. I Wayan Rai S.,M.A. yang ikut hadir pada kegiatan ”ngayah” ini, menyampaikan apresiasi serta terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh pemuka masyarakat  atas kesempatan yang diberikan untuk “ngayah” dan “nunas ica” bersama. Sambutan hangat dari masyarakat adalah bukti kedekatan masyarakat dengan ISI Denpasar. Rai juga mengungkapkan terima kasih dan bangganya kepada seluruh dosen dan mahasiswa yang telah ikut ”ngayah” dengan tulus dan penuh semangat. ”Saya sangat bangga pada mahasiswa yang selalu penuh inisiatif dalam setiap kegiatan ”ngayah” yang merupakan bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi.  Kelak para mahasiswa ini akan menjadi seniman handal yang berguna bagi nusa dan Bangsa”, harapnya.

Humas ISI Denpasar Melaporkan.

Comments are closed.