Indonesia Dapat Hibah US$165 Juta untuk Pendidikan

Indonesia Dapat Hibah US$165 Juta untuk Pendidikan

Jakarta - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) mendapatkan hibah dari Amerika Serikat sebesar US$165 juta dolar untuk periode 2010-2014. Hibah pendidikan ini untuk meningkatkan jumlah mahasiswa yang belajar di Amerika Serikat. Pasalnya, jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Amerika Serikat semakin menurun. Pada 1970-1980an jumlah mahasiswa belajar ke negeri pimpinan Barrack Obama ini hampir 20 ribu orang. Kini, jumlahnya hanya 7.000 orang mahasiwa. Hibah ini akan dibahas lebih lanjut tahun depan.

Menurut Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, hibah sebesar US$165 juta itu berasal dari beberapa sumber antara lain USAID sebesar US$88 juta yang diberikan selama lima tahun untuk peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. "Sedangkan US$15 juta dialokasikan melalui Fulbright Indonesia Research Science Technology programme (FIRST) yaitu beasiswa bagi Warga Negara Indonesia untuk belajar dan melakukan penelitian di Amerika Serikat di bidang sains dan teknologi. Dan juga beasiswa bagi Warga Negara Amerika Serikat untuk belajar mengajar dan penelitian di Indonesia," katanya di ruang sidang DSS, gedung A, Kemdiknas, Jumat (19/11).

Menteri Nuh menambahkan,  ada juga hibah US$2,5 juta per tahun bagi pelajar Indonesia yang belajar di Amerika Serikat, juga untuk 50 guru dan tenaga administrasi guna mengikuti community college sebagai jembatan dari SMK ke politeknik. Dan berikutnya lagi yang US$4,5 juta per tahun untuk English language trainning student advising service dan sebagainya."

"Ini (bahasa) juga penting karena salah satu kelemahan bagi adik kita kalau mau ke Amerika Serikat adalah urusan bahasa. Dengan memanfaatkan US$4,5 juta ini dapat belajar bahasa dengan harapan bisa lebih mantap," tutur Menteri Nuh.

Di samping itu, Indonesia juga menawarkan darma siswa dengan memberikan status untuk orang Amerika Serikat yang belajar di Indonesia. "Jadi kita juga memberikan beasiswa tidak hanya ke Amerika Serikat, tetapi kita juga memberikan beasiswa kepada negara-negara lain untuk belajar di Indonesia," kata Nuh.

Mendiknas juga mengungkapkan, Indonesia mendapatkan hibah pula dari Uni Eropa sebesar 200 juta Euro atau Rp2,4 triliun untuk kerja sama di bidang pendidikan periode 2010-2015. Hibah ini dibagi dalam dua komponen yaitu sector budget support (APBN) sejumlah 180 juta euro untuk 2010-2012. Kemudian yang kedua untuk analytical dan capacity development partnership (ACDP) sebesar 20 juta euro.

Melalui AUSAID, Australia juga memberikan hibah Rp4 triliun yang terdiri dari beberapa komponen yaitu, pembangunan dan perluasan 2000 SMP dan MTs senilai A$220 juta, peningkatan manajemen staf di tingkat kabupaten dan sekolah senilai A$182 juta. Lalu, akreditasi madrasah A$47 juta, dan untuk ACDP senilai A$25 juta, serta untuk pemantauan independen senilai A$24 juta. (nasrul)

Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/10/hibah.aspx

Comments are closed.