ISBI Papua Harus Segera Terwujud

ISBI Papua Harus Segera Terwujud

Rektor ISI Denpasar (kiri) memainkan alat musik Tifa, Rektor Universitas Cendrawasih (kanan) memukul gong

Kiriman: Nyoman Dewi Pebriyani, S.T., M.A. (Dosen PS Desain Interior). Denpasar- Seminar II Pendirian Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Papua diadakan di Gedung Natya Mandala Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, pada hari sabtu (1/12). Gelaran acara Seminar II pendirian ISBI Papua ini merupakan lanjutan dari kegiatan Seminar I yang telah dilaksanakan di Papua seminggu sebelumnya. Adapun agenda dari Seminar II Pendirian ISBI Papua kali ini adalah Pemaparan Hasil Penyusunan Dokumen Pendirian ISBI Papua.

Acara yang dihadiri kurang lebih 250 peserta ini terdiri dari panitia tim pendirian yang berasal dari Papua maupun Denpasar, tim peneliti dan kurikulum, Ketua STSI Bandung, beberapa undangan dari dinas terkait, serta dosen, pegawai, dan mahasiswa di lingkungan ISI Denpasar. Pembukaan Seminar dilakukan oleh Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S, M.A beserta Rektor Universitas Cendrawasih, Drs. Fetus Simbiak, M.Pd, ditandai dengan pemukulan gong dan alat musik tradisional Papua, Tifa. Usai pembukaan, secara spontan masing-masing perwakilan dari Papua dan Denpasar menari di atas panggung, perwakilan dari Papua menarikan tari Bali, perwakilan dari Denpasar menarikan tari Papua. Sambutan gemuruh dan tepuk tangan pun dilontar oleh peserta seminar.
Dalam sambutannya, Rektor ISI Denpasar, Prof Rai mengungkapkan rasa terimakasih atas kedatangan tim dari Papua serta kehadiran undangan lainnya yang telah menyediakan waktunya untuk menghadiri acara seminar ini. “Hal ini membuktikan bahwa dukungan akan Pendirian ISBI Papua sangat luar biasa, baik dari pemerintah pusat maupun daerah, sehingga diharapkan ISBI Papua harus segera terwujud” tambah Prof Rai. Rektor Unversitas Cendrawasih juga mengungkapkan bahwa kampusnya juga siap membantu dari segi sumber daya manusia seperti tenaga pengajar untuk membantu berjalannya ISBI Tanah Papua sebagai satu-satunya perguruan tinggi seni di bagian timur Indonesia.
Seminar kali ini terbagi dalam dua diskusi panel, diskusi panel pertama membahas tentang Rencana Pengembangan ISBI Papua oleh Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S, M.A, dilanjutkan dengan Bentuk kelembangaan dan Statuta ISBI Papua yang dibawakan oleh Dr. I Gede Arya Sugiartha, SS.Kar.,M.Hum. Diskusi panel kedua membahas mengenai Kurikulum Program Studi (PS) di lingkungan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISBI Papua oleh I Dewa Ketut Wicaksana, SSP.,M.Hum; Kurikulum PS di lingkungan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISBI Papua oleh Prof. Dr. I Nyoman Artayasa, M.Kes, serta Kurikulum PS di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) ISBI Papua oleh Prof. Dr. I Made Suastika, SU; dan selaku moderator adalah Prof.Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum.
Usai menggelar diskusi panel dan sesi tanya jawab, di bagian akhir acara dibacakan perumusan hasil seminar, kemudian ditutup dengan sambutan singkat oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua yang diwakili oleh Kadis Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua, Drs. James Modouw, beliau mengungkapkan bahwa pemerintah Papua sangat mendukung didirikannya ISBI Papua, terimakasih atas segenap upaya yang telah dilakukan oleh Tim Pendirian ISBI Papua dan Rektor ISI Denpasar selaku penanggung jawab pelaksana, “mudah-mudahan ISBI Papua segera terwujud” tutupnya.

Comments are closed.