ISI Denpasar alokasikan Rp1 miliar untuk kemahasiswaan

ISI Denpasar alokasikan Rp1 miliar untuk kemahasiswaan

Sumber : bali antaranews

Denpasar - Institut Seni Indonesia Denpasar mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 miliar setiap tahunnya untuk mendukung kegiatan kemahasiswaan di kampus setempat karena dipandang berperan penting dalam pembentukan kepribadian dan karakter mahasiswa.

"Di sini kami menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya akan mendapatkan pembelajaran akademik dan kegiatan praktik berkesenian, tetapi mereka juga berkesempatan berorganisasi," kata Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha, SSKar, MHum, saat menyampaikan sambutan pada Pelantikan Pengurus Senat Mahasiswa dan Badan Perwakilan Mahasiswa ISI Denpasar periode 2019-2020, di Denpasar, Kamis.

Menurut Prof Arya, ketika mahasiswa sudah biasa berorganisasi, maka nantinya setelah mereka menamatkan pendidikan di ISI Denpasar diyakini akan lebih siap menghadapi dunia kerja, memiliki kepedulian sosial dan lebih berpengalaman berinteraksi dengan masyarakat.

"Di ISI Denpasar, setiap tahun lebih dari Rp1 miliar dibiayai untuk kegiatan kemahasiswaan karena memang kami pandang sangat penting. Meskipun namanya kegiatan ekstrakurikuler, akan tetapi juga berfungsi untuk membentuk kepribadian mahasiswa dan membentuk kepedulian sosial," ujarnya.

Rektor asal Desa Pujungan, Tabanan, ini mencontohkan kegiatan bakti sosial dan donor darah yang dilaksanakan mahasiswa ISI Denpasar merupakan salah satu cara mereka untuk ikut peduli pada sesama. Jadi, tidak mentang-mentang mahasiswa seni, lantas kegiatannya harus berhubungan dengan kesenian.

Untuk lebih menggairahkan mahasiswa menjadi pengurus organisasi kemahasiswaan, terutama menjadi ketua senat, Prof Arya juga menjanjikan siapa yang terpilih menjadi ketua senat untuk diikutsertakan dalam forum internasional di luar negeri.

Meskipun telah disiapkan anggaran kemahasiswaan yang tergolong besar, Prof Arya tidak memungkiri bukan upaya mudah untuk mengajak para mahasiswa berkecimpung aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Hal ini karena padatnya kegiatan pembelajaran dan mahasiswa juga dengan kegiatan keprofesionalannya.

"Oleh karena itu, kami 'pancing' siapa yang berhasil menjadi ketua senat, pasti akan diajak ke luar negeri untuk menghadiri kegiatan seperti Forum Rektor se-ASEAN yang juga dirangkaikan dengan kegiatan kemahasiswaan ASEAN ," ucap guru besar seni karawitan itu.

Tetapi, Prof Arya juga mengingatkan agar pengurus senat mahasiswa juga harus bisa berbahasa Inggris dan itu menjadi salah satu tantangan bagi yang berkeinginan untuk turut serta dalam lawatan ke luar negeri.

Dalam kesempatan pelantikan tersebut, dia juga "menyentil" untuk kegiatan kemahasiswaan di bidang olahraga agar jangan monoton menggelar turnamen futsal. Dia menyarankan agar mahasiswa mulai mengangkat sejumlah olahraga tradisional seperti pencak silat, "megala-galaan", "mebuug-buugan" dan sebagainya.

Hal tersebut dinilainya sejalan dengan visi Gubernur dan Wagub Bali, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati yakni "Nangun Sat Kertih Loka Bali" untuk mengangkat identitas dan kearifan lokal Bali.

"Kearifan Bali yang berhubungan dengan olahraga itu banyak, apalagi kita baru selesai Kongres Kebudayaan. Olahraga juga merupakan salah satu objek pemajuan kebudayaan," ucap Prof Arya.

Dalam acara itu, Agus Widiana Saputra dilantik sebagai Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) ISI Denpasar periode 2019-2020, dan selaku wakil ketua Ni Made Ayu Dwara Putri.

Sementara itu, posisi sekretaris yakni Putu Age Yuana Kendran, Agus Eka Wahyu Wiarsana dan Paramahamsa Satya Devi. Untuk posisi bendahara dipegang oleh Maria Regina Ayu Tri Wina Y dan Santhi Kumari Pusya Dewi.

Sementara itu Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa ISI Denpasar periode 2019-2020 dipercayakan kepada I Made Dwiqi Praptawan dan Wakil Ketua Ni Komang Rimba Iswari Karunia Wati.

Ketua SEMA ISI Denpasar  Agus Widiana Saputra menyampaikan sejumlah kegiatan kemahasiswaan yang akan dilaksanakan yakni kegiatan donor darah, lomba menyanyi lagu pop dan pengembangan Paduan Suara Mahaswara ISI Denpasar, kegiatan pendakian, kegiatan wirausaha di toko kampus, pemilihan putra-putri kampus, lomba fashion dan dance, dan melanjutkan kegiatan pesta seni mahasiswa "Kita Lo Gini".

"Kami juga akan meningkatkan kerja sama dengan organisasi lain, terutama yang melibatkan tingkat SMP dan SMA sebagai salah satu cara mempromosikan ISI Denpasar," kata Agus Widiana

Comments are closed.