ISI Denpasar Dan Tokyo University Of The Arts Mantapkan Kerjasama

ISI Denpasar Dan Tokyo University Of The Arts Mantapkan Kerjasama

Langkah ISI Denpasar untuk going international terus dibarengi dengan upaya memperluas networking berskala internasional. Senin (21/2) kemarin, beberapa Professor dari Tokyo  University of the Arts (TUA), diantaranya Eumura Yukio, Moriyama Kozo, Kubota Isamu, dan Yuya Mochizuki secara khusus datang ke Bali untuk mengunjungi kampus ISI Denpasar guna memantapkan  kerjasama yang nantinya akan dituangkan ke dalam MoU.  Rombongan akademisi dari kampus negeri Sakura ini diterima Rektor ISI Denpasar beserta jajarannya, di Ruang Rektor, yang diawali dengan pemaparan Rektor tentang kampus ISI Denpasar dan kiprahnya, lalu dilanjutkan dengan pemaparan kampus Tokyo University of the Arts, yang memiliki fakultas an jurusan yang mirip dengan ISI Denpasar.

Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S.,M.A., sangat senang dan bangga atas kunjungan Profesor dari  TUA, dan memberi  kesempatan seluas-luasnya kepada jajarannya untuk berdialog dengan para professor tersebut berkenaan dengan pemantapan kerja sama, termasuk untuk mengikuti degree program, Sandwich Program, seminar,kolaborasi seni,dll.”Kami sudah mempunyai MoU dengan Kanda University Jepang. Tahun 2009 ISI Denpasar berkunjung ke Kanda University dan juga TUA, dengan menggelar seminar dengan pemakalah Prof. Rai, I Gede Arya Sugiartha, dan IGA Srinatih, serta kolaborasi dengan Noh Drama. Kami sangat bangga kerja sama ini akan segera dituangkan ke dalam MoU,sehingga makin luaslah  networking ISI Denpasar ”ujar Prof Rai bangga.

Para pejabat struktural dari kedua fakultas,FSP maupun FSRD sangat antusias dalam mengikuti dialog tersebut. Dengan akan ditandatanganinya MoU antara ISI Denpasar dan TUA, dosen ISI Denpasar dapat melanjutkan studi di TUA baik  master degree maupun PhD. Hal yang sangat menarik adalah adanya pendidikan  restorasi lukisan yang masih sangat langka keberadaannya saat ini. Untuk mendalami restorasi lukisan ini, dosen ISI Denpasar dapat mengikuti sandwich program, sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya saing ISI Denpasar di tingkat internasional.

“Kunjungan pertama kali ini merupakan langkah awal kami untuk memajukan kesenian di Asia Tenggara bersama ISI Denpasar. Kami akan datang lagi untuk menindaklanjuti pertemuan kita ini. Kami sangat berterima kasih kepada ISI Denpasar  yang  telah memberi  kesempatan kepada kami untuk mengenal kampus ini dengan lebih dekat, dan kami segera akan mengirim dosen dan mahasiswa kami untuk belajar di ISI Denpasar,”ujar Prof.Uemura Yukio saat menyaksikan mahasiswa karawitan yang sedang berlatih gamelan di Gedung Lata Mahosadhi. Rombongan juga berkesempatan mengunjungi studio kriya, prapen, dan gedung pameran ISI Denpasar.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Comments are closed.