ISI Denpasar dikunjungi Prince Songkhla University

ISI Denpasar dikunjungi Prince Songkhla University

Rektor berserta civitas ISI Denpasar foto bersama dengan rombongan dari Prince Songkhla University

Rektor berserta civitas ISI Denpasar foto bersama dengan rombongan dari Prince Songkhla University

Kiriman: Nyoman Dewi Pebriyani, S.T., M.A. (Dosen PS. Desain Interior).

Denpasar- Bertempat di Gedung Lila Sanggraha pada hari Rabu (24/4), Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mendapat kunjungan istimewa dari Prince of Songkhla, Trang Campus, Thailand. Rektor ISI Denpasar, Dr. I Gede Arya Sugiharta, S.SKar., M.Hum, menerima 22 orang delegasi Thailand yang terdiri dari 4 orang dosen dan 16 orang mahasiswa yang bertujuan untuk mengenal lebih dalam kampus ISI Denpasar serta mengetahui kesenian Bali. Agenda kegiatan Prince of Songkhla University berlangsung selama dua hari, hari pertama merupakan pengenalan kampus ISI Denpasar kemudian hari kedua, kamis (25/4), dilanjutkan dengan workshop bersama dan diakhiri dengan pagelaran seni di malam harinya.
Seperti diketahui bersama, ISI Denpasar telah memiliki jaringan kerjasama dalam bentuk MoU dengan berbagai university di Thailand, diharapkan kedepannya kerjasama dengan kampus Prince Songkhla akan segera terwujud dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU). Ditemui usai menerima kunjungan delegasi Thailand, Rektor ISI Denpasar mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan sinyal positif terhadap perkembangan networking ISI Denpasar menuju world class university.
PR IV tengah mempersentasikan profile ISI Denpasar

PR IV tengah mempersentasikan profile ISI Denpasar

Workshop dasar tari Bali dan Thailand diadakan di Gedung Green Room, pada hari kamis (25/4) yang diikuti oleh seluruh delegasi Thailand dan mahasiswa ISI Denpasar sejumlah 13 orang. Beberapa dosen dari ISI Denpasar turut memberikan pengarahan dalam workshop ini, usai menjalani workshop mahasiwa dari kedua kampus juga latihan tari yang akan dipertunjukkan malam harinya. Mahasiswa ISI Denpasar mempertunjukkan tari Legong Kuntul dan Satya Brasta, sedangkan mahasiswa dari Thailand mempersembahkan tarian Nora aok Satchatree, Sre chi ya sing, Forn pan, Trang ka bu ree, dan Pong lang.

Seluruh peserta Workshop serius mengikuti kegiatan pelatihan tari yang dimulai dari pagi hingga sore hari. Salah satu mahasiswa dari Thailand yang ditemui seusai menjalani workshop mengungkapkan bahwa kegiatan pertukaran kebudayaan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi para mahasiswa. Pertunjukan seni gabungan antara ISI Denpasar dengan Prince Songkhla di gelar malam hari di Gedung Natya Mandala yang akan dihadiri oleh sejumlah dosen, mahasiswa, dan pegawai di lingkungan ISI Denpasar.

Comments are closed.