ISI Denpasar Gelar Festival of Indonesianity in the Art (FIA)#1

ISI Denpasar Gelar Festival of Indonesianity in the Art (FIA)#1

Gianyar,  - Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menyelenggarakan Festival of Indonesianity in the Art (FIA)#1 bertema 'Empowering Taksu' yang berlangsung di Bentara Budaya Bali, Gianyar, pada 10-11 Sepetember 2018.

Kegiatan ini diawali dengan dilangsungkannya sarasehan mengusung materi 'Taksu', dengan narasumber Ny Putri Suastini Koster (seniman panggung), Chandra Ayu Proborini (seniman dan manager seni dari Surabaya), Wayan 'Kun' Adnyana (kurator sekaligus Ketua LP2MPP ISI) dan Nirwan Dewanto (budayawan dari Jakarta).

Selanjutnya, pembukaan festival diawali dengan pementasan Tari  Kreasi Genitri. Pada kesempatan ini, Ketua Panitia Festival,  Dr. Ni Luh Sustiawati M.Pd memberikan laporan bahwa festival ini sebagai wadah diseminasi hasil penelitian dan penciptaan seni oleh para dosen ISI Denpasar, yang berjumlah 12 pemenang. 

"Seni pertunjukan berupa 3 karya seni tari, 1 karya karawitan, dan 1 karya seni pedalangan (drama wayang)," ujar Luh Sustiawati, yang pada kesempatan itu didampingi oleh Humas ISI Denpasar, I Gede Eko Jaya Utama.,S.E. M.M.

Ia melanjutkan, sedang untuk seni rupa dan desain, terdiri atas film dokumenter, lukisan, fashion, desain komunikasi visual, desain interior, fotografi dan kriya. Masing-masing menampilkan 3-5 karya. 

Sementara itu, Rektor ISI Denpasar, Prof Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum ketika membuka acara festival menyatakan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Pihaknya mengapresiasi kinerja dekan fakultas yang belakangan ini sering melakukan kegiatan di luar kampus.  Misalnya, KKN, ujian dan sejumlah kegiatan lainnya.

"Ini sungguh positif karena  mendekatkan mahasiswa pada masyarakat. Karena kepada masyarakatlah, mahasiswa akan kembali," ujarnya.

Menyinggung tema 'Empowering Taksu' atau pemberdayaan taksu, menurut Rektor ISI Denpasar,  sungguh tepat menjadi pembahasan. Hal ini karena taksu tidak datang dari langit. Taksu datang dan lahir dari sikap kerja keras.

"Maka jika taksu telah hadir, harus diberdayakan agar tidak lenyap atau hilang. Dan akhirnya, semoga kegiatan festival ini diapresiasi dengan baik oleh masyarakat," katanya mengakhiri sambutan.

ISI Denpasar Gelar Festival of Indonesianity in the Art (FIA)#1

Comments are closed.