ISI Denpasar gelar Matrikulasi Pascasarjana

ISI Denpasar gelar Matrikulasi Pascasarjana

Kiriman: Nyoman Dewi Pebriyani, Dosen PS Desain Interior.
Denpasar- Bertempat di gedung Lila Sanggraha, pada hari Rabu (26/9), Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mengadakan matrikulasi Mahasiswa Baru Program Studi Pengkajian dan Penciptaan Seni Program Pascasarjana ISI Denpasar. Acara yang digelar selama dua hari dimulai dari tanggal 26 hingga 27 september ini dibuka oleh Direktur Pascasarjana ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S, MA. “Peserta yang diterima oleh pascasarjana ISI Denpasar pada tahun ini sejumlah 38 orang baik yang memilih jalur pengkajian dan penciptaan”, laporan ketua panitia yang juga selaku ketua Program Studi Pengkajian dan Penciptaan Pascasarjana, I Ketut Sariada, SST., M.Si.
“Matrikulasi ini bertujuan untuk penyamaan level of entry ke suatu program studi, sehingga ada penyamaan persepsi dan penyelarasan antar sesama mahasiswa yang sebelumnya berasal dari beragam latar belakang”, ungkap Prof Rai dalam sambutannya. Selain itu beliau juga mengungkapkan bahwa sebagai seorang mahasiswa Pascasarjana ditekankan untuk berfikir logika dan segala sesuatunya harus berdasarkan research atau penelitian.
Acara yang dimulai di sore hari sekitar pukul tiga hingga pukul tujuh diisi dengan materi yang dibawakan oleh dosen pascasarjana di lingkungan ISI Denpasar, yang terdiri dari materi Wawasan Seni, Estetika, Sosial Budaya dan Penerapannya, Filsafat Ilmu, dan Metodologi Penelitian dan Penciptaan. “Mahasiswa yang mengikuti kegiatan matrikulasi ini beragam dari segi latar belakang pendidikan maupun usia, namun semangat yang ditampilkan sangat luar biasa, bahkan sebagian dari mereka  ada yang baru saja diwisuda sarjana kemarin sudah langsung melanjutkan studi S2 disini”, ungkap salah satu undangan yang ditemui dalam kesempatan ini.
Tahun ini merupakan kali kedua ISI Denpasar menerima mahasiswa pascasarjana dengan jumlah mahasiswa yang meningkat dari tahun sebelumnya, dimana masa studi pascasarjana di ISI Denpasar berlangsung selama empat semester atau dua tahun. Menurut salah satu mahasiswa pascasarjana yang ditemui di sela-sela acara, mengungkapkan bahwa ketertarikannya melanjutkan studi di ISI Denpasar karena sangat unik dan belum ada kampus lain di Bali yang menyediakan wadah bagi para pencinta seni untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Tentu saja hal ini merupakan sinyal positif bagi berkembangnya kampus ISI Denpasar, diharapkan kedepannya jumlah mahasiswa yang mendaftar akan seimbang dengan jumlah mahasiswa yang tamat.
Humas ISI Denpasar melaporkan.

Comments are closed.