ISI Denpasar Gelar Seminar Nasional Kriya

ISI Denpasar Gelar Seminar Nasional Kriya

Kiriman: Nyoman Dewi Pebriyani, Dosen PS Desain Interior.
     
Denpasar- Gelaran acara bertaraf nasional maupun internasional tak henti-hentinya diselenggarakan oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Bertempat di Gedung Candra Metu, hari Jumat (28/9) diselenggarakan acara Seminar Nasional bertajuk Pengembangan Sistem Pendidikan Kriya dalam rangka meningkatkan animo calon mahasiswa, yang digelar oleh Program Studi Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain. Pembicara dalam seminar ini adalah Prof. Biranul Anas Zaman yang merupakan Guru Besar Kriya Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan memaparkan Pendidikan Tinggi Kriya dalam Wahana Tradisi sebagai sebuah tawaran konteks  dan Dr. Drs. I Made Gede Arimbawa, M.Erg yang merupakan dosen dari Jurusan Kriya ISI Denpasar dengan memaparkan materi Konversi sistem pendidikan kriya seni sebagai alternatif pengembangan.
            Acara yang turut dihadiri oleh undangan dari beberapa dinas yang terkait dengan kriya, sekolah yang menyediakan program kriya, serta dosen dan mahasiswa sedianya dibuka oleh Rektor ISI Denpasar namun dalam kesempatan ini diwakilkan oleh Pembantu Rektor III, beliau memberikan sambutan agar melalui seminar nasional ini dapat menyelesaikan pasang surut yang terjadi di jurusan Kriya.
            Dalam pemaparannya Dr. Arimbawa mengungkapkan berangkat dari pemikiran bahwa pendidikan bersifat dinamis, fleksibel, sarat perkembangan dan perubahan, sehingga Program Studi Kriya Seni berkeinginan untuk mengkonversi sistem pendidikan Kriya Seni di masa mendatang. "Terkait dengan hal tersebut, maka melalui seminar ini diharapkan memperoleh masukan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan", ungkap Arimbawa.
            "Diperlukan sebuah pendekatan penciptaan kriya yang melihat tradisi dalam posisi dialogis dengan modernitas, sebagai alternatif terhadap konsep yang memandangnya secara dikotomis", ungkap Prof. Biranul Anas dalam pemaparannya. Usai kedua pembicara memaparkan materinya kemudian moderator melanjutkan sesi tanya jawab, sebagian peserta sangat antusias mengajukan pertanyaan, baik dari kalangan internal maupun eksternal. "Bagaimanakah cara meningkatkan pengetahuan tentang Kriya kepada pelajar, dimana Pulau Bali kaya akan tradisi Kriya, namun kesadaran mengenai hal ini masih kurang?", pertanyaan dari salah satu peserta yang juga merupakan guru dari sebuah SMU di Denpasar. "Sebaiknya pelajar diperkenalkan terlebih dahulu dengan mengajak mereka berkunjung ke tempat-tempat pengrajin, sehingga secara tidak langsung akan menumbuhkan pengetahuan mereka tentang Kriya", ungkap Prof. Biranul menjawab pertanyaan terakhir dari peserta.

Comments are closed.