ISI Denpasar Gelar Workshop Penyusunan Renstra dan Lakip

ISI Denpasar Gelar Workshop Penyusunan Renstra dan Lakip

IMG_4957Kiriman : Nyoman Lia Susanthi, SS., MA

Mewujudkan visi ISI Denpasar sebaga pusat unggulan seni budaya berbasis kearifan lokal berwawasan universal, maka salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar worshop penyusunan Rencana Stategis (Renstra) PT serta workshop penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Lakip) pada 26 Agustus 2014, bertempat di Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar. Dalam laporan ketua panitia, Drs. I Gusti Bagus Priatmaka, M.M., workshop ini menghadirkan du anarasumber yaitu LuLu Budiono, S.E.,M.M dari Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Kemendikbud yang menyajikan materi penyusunan Renstra PT sertaIMG_9472 narasumber kedua yaitu Drs. David Sirait dari Biro Keuangan Kemendikbud yang menyajikan materi penyusunan Lakip.

Penyusunan Renstra sangat diperlukan mengingat renstra ISI Denpasar berakhir tahun 2014, untuk itu perlu diterbitkan Renstra ISI Baru periode 2015-2019.

Materi kedua dibawakan tentang penyusunan Lakip dibawakan oleh Drs. Davis Sirait dari Biro Keuangan IMG_4953Kemendikbud. Lakip adalah salah satu kewajiban bagi satu organisasi unutk menyampaikan kinerja setiap tahun sesuai dengan rencana oprasional masing-masing. Pelatihan ini diharapkan dapat memberi gambaran dan pencerahan kepada peserta terkait proses mempersiapkan dan menyusun rencana strategis, merumuskan faktor-faktor kunci keberhasilan, tujuan, sasaran dan strategi instansi pemerintah, merumuskan indikator kinerja, memantau dan mengamati pelaksanaan tupoksi, mengukur pencapaian kinerja serta melakukan evaluasi kinerja.

Sementara Rekror ISI Denpasar, Dr. I Gede Arya Sugiartha,S.SKar., M.Hum dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara pelatihan menyampikan bahwa ISI Denpasar sebagai satu-satunya Perguruan tinggi seni di kawasan timur Indonesia harus memilikIMG_9467i rencana strategis dan berperan efektif untuk mencapai visi misi ISI Denpasar sebagai pengemban dan pengembang kesenian tradisional khususnya Bali. Menjadikan ISI Denpasar sebagai pusat unggulan seni dan budaya memerlukan penguatan terhadap sistem, sdm, kerjasama yang nantinya dituangkan dalam Renstra ISI Denpasar.

Pelatiahan yang berlangsung sehari diikuti oleh 110 peserta dari pimpinan pejabat structural di lingkungan ISI Denpasar.

Comments are closed.