ISI Denpasar mendapat kunjungan dari rombongan Guangxi Arts Institute Collage of Dance, Cina.

ISI Denpasar mendapat kunjungan dari rombongan Guangxi Arts Institute Collage of Dance, Cina.

Ditengah hiruk pikuk pelaksanaan Pesta Kesean Bali (PKB) ke-32, ISI Denpasar mendapat kunjungan dari rombongan Guangxi Arts Institute Collage of Dance, Cina. Rombongan yang dipimpin oleh President dari Guangxi Arts Institute Collage of Dance, Zhang Xiaochun disambut hangat oleh Rektor ISI Denpasar beserta jajarnnya (18/6). Mereka datang ke Indonesia khususnya ke Bali hanya untuk mendatangi ISI Denpasar guna melakukan penjajakan sebagai langkah awal kerjasama dua universitas termasuk hubungan kerjasama diplomasi antar dua Negara (Indonesia-Cina). Pada kesempatan itu rombongan juga ingin mengenal kesenian Bali lewat kunjungan singkatnya di ISI Denpasar.

Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr I Wayan Rai S.M.A., berterima kasih atas kedatangan rombongan ini ke ISI Denpasar, dan dipilihnya ISI Denpasar sebagai relasi untuk menjalin program kerjasama khususnya bidang akademik. Prof. Rai menjelaskan bahwa hubungan antara Cina dengan Indonesia khususnya Bali sudah ada sejak jaman dulu. Hal tersebut banyak dibuktikan dengan banyaknya pengaruh Cina terhadap kesenian tradisional Bali. Diantaranya di daerah Renon, terdapat Tari Baris Cina, dimana gerak tarinya banyak terinspirasi dari gerak-gerak asal Cina. Begitupula instrumennya terselip instrument dengan ciri khas  Cina. Yang lebih menarik lagi, saat ada kerauhan, mereka menggunakan bahasa Cina. “Itulah salah satu bukti bahwa hubungan antara Indonesia (Bali) dengan Cina sudah ada sejak lampau” tegas Prof. Rai. Sementara saat mengunjungi museum ISI Denpasar, Pembantu Rektor IV ISI Denpasar, I Wayan Sweca, S.SKar., M.Mus, menambahkan bahwa pengaruh Cina terhadap kesenian Bali juga tampak dalam Barong Landung (landung=tinggi). Sampai sekarang, karakter Barong Landung adalah sama, yang laki-laki berwarna hitam dan yang perempuan berwarna putih. Ini adalah bukti bahwa pernah terjadi perkawinan antara raja Bali dgn putri China (Kang Che We).

Sebagai realisasi kerjasama antara ISI Denpasar dengan Guangxi Arts Institute Collage of Dance, Cina, kedua universitas sepakat untuk mewujudkannya lewat penandatanganan MOU, dengan isian kerjasama diantaranya penelitian bersama, pertukaran pelajar, dosen serta rencana double degree.

Dihari yang sama, Rektor juga menerima kunjungan dari University of Music and Performing Arts Graz/ Austria, Kendra Iris Stepputat. Kendra yang dulunya adalah mahasiswa asing di ISI Denpasar, datang dengan membawa misi untuk mengajak ISI Denpasar bergabung dalam ASEA UNINET (Asia-European University Network). Organisasi ini memiliki tujuan untuk mendorong dan memfasilitasi kerjasama antara institusi akademik/ pertukaran pelajar, mengajar dan kegiatan penelitian, mempromosikan ilmu dan budaya, mendorong dan memprakarsai proyek-proyek bersama yang bermanfaat bagi fakultas, staf dan mahasiswa, membantu dalam membentuk koalisi sumber daya untuk kegiatan akademik antara lembaga anggota, memfasilitasi kontak antara perguruan tinggi, lembaga pemerintah dan non-pemerintah,  serta bertindak sebagai forum diskusi

Pada kesempatan itu Prof. Rai menyambut baik program tersebut, dan pihaknya menyatakan bahwa ISI Denpasar siap bergabung sebagai anggota dari ASEA UNINET (Asia-European University Network).

Humas ISI Denpasar melaporkan

Comments are closed.