Isi Denpasar Menjadi Salah Satu Tempat Kunjungan Wisata Dunia

Isi Denpasar Menjadi Salah Satu Tempat Kunjungan Wisata Dunia

Guna mendukung program pemerintah visit Indonesia tahun 2010, ISI Denpasar sebagai lembaga pendidikan seni juga turut berbenah dengan menjadikan ISI Denpasar sebagai salah satu target tempat kunjungan wisata bagi wisatawan mancanegara. Kunjungan wisatawan ini sudah menjadi program bulanan di ISI Denpasar yang dalam kurun waktu sekitar 2 bulanan, tercatat sudah tiga kali terdapat program kunjungan wisatawan asing ke ISI Denpasar. Kemarin (17 Februari 2010) sekitar 40 wisatawan asing yang sebagain besar dari negara Australia, berkunjung ke ISI Denpasar. Mereka disuguhkan beberapa tari Bali diantaranya tari penyambutan, Selat Segara, dan Tari Topeng Tua. Selain dapat menyaksikan pentas seni yang disuguhkan oleh mahasiswa ISI Denpasar, mereka juga dapat wawasan dan pengetahun baru tentang dasar-dasar tari dan tabuh Bali. Pada kesempatan tersebut Ketua Darma Wanita ISI Denpasar I Gusti Ayu Srinatih, M.Si., memberikan workshop tari dan tabuh Bali. Tampak para audien yang rata-rata sudah berusia lanjut ini sangat antusias mendengarkan dan menyimak dengan seksama beberapa paparan yang diberikan oleh instruktur. Sesekali diantara mereka ada yang mencoba meniru gerakan yang diperagakan oleh para penari. Jempretan dan sorotan kamera tak henti-hrntinya mengalir kearah penari dan penabuh, sebagai oleh-oleh yang bisa mereka bawa pulang ke negara asalnya.  Selain pemberian workshop, para wisatawan juga bisa menyaksikan kesenian Bali secara menyeluruh dengan mengunjungi musium seni milik ISI Denpasar (Gedung Lata Mahosadi).

Menurut I Gusti Ayu Srinatih,  dengan dijadikan ISI Denpasar sebagai salah satu daerah tujuan wisata dunia, akan membawa berkah tersendiri, dimana kita dapat mempromosikan ISI Denpasar sebagai lembaga pendidikan seni di kancah internasional. Selain itu kedatangan wisatawan mancanegara ini juga menjadikan barometer bahwa fasilitas yang dimiliki ISI Denpasar sudah standar internasional. Berbekal dari program-program seperti ini akan menginspirasi kita untuk dapat melahirkan suat suguhan-suguhan yang menarik dan inovatif yang melahirkan industri kreatif dalam seni pertunjukan. Sehingga akan lahir banyak hasil karya baru yang mampu menjual, sehingga kegiatan ini bisa menjadi salah satu program yang dapat diterapkan nanti apabila ISI menjadi Badan Hukum Pendidikan (BHP).

Humas ISI Denpasar Melaporkan.

Comments are closed.