ISI Denpasar Ngayah ke Batur

ISI Denpasar Ngayah ke Batur

Bangli- Bertepatan dengan rangkaian odalan di Pura Batur – Kintamani, Bangli, ISI Denpasar pada tanggal 1 April 2010, merasa terpanggil untuk ikut memberikan sumbangsih dalam bentuk “ngayah”. Ratusan rombongan yang terdiri dari mahasiswa, dosen, pegawai turut ‘ngayah’ yang disesuaikan dengan kemampuan dari civitas akademika ISI Denpasar. Bagi mahasiswa Jurusan Tari, mereka “ngayah” dalam bentuk pementasan Tari sakral Baris Gede dan Rejang, sebagai rangkaian dari upacara. Dilanjutkan dengan pementasan acara hiburan dengan membawakan tari Selat Segara, Jauk Manis, Legong, serta Tari Kepahlawanan Satya Brasta. Mereka diiringi oleh para penabuh dari Jurusan Karawian ISI Denpasar. Para dosen dari Jurusan Fotografi pun ikut mengabadikan moment-moment penting lewat ‘jepretan’ foto seni mereka. Bahkan yang tak ingin ketinggalan pula, para sekaa tabuh wanita ISI Denpasar (Asti Pertiwi) yang biasanya membawakan Tetabuhan Semar Pegulingan pun ikut tampil dengan membawakan tetabuhan Angklung.

Suasana dingin pada malam harinya pun terasa hangat dengan penampilan Arja yang dibawakan secara apik oleh para dosen Pedalangan ISI Denpasar (Wayan Suratni, I Made Sidia, serta I Gusti Sudarta). Penampilan mereka mampu mengundang tawa dengan memberi pesan untuk tetap mempertahankan budaya ‘ngayah’ di Bali. Bahkan yang lebih menarik lagi ISI Denpasar juga menghadirkan Asti Kumara (kumpulan yang terdiri dari anak dosen/ staf ISI Denpasar) untuk ikut andil memeriahkan acara. Kadek Sugi (putera I Made Sidia) dengan kekocakannya menari sangat lihai Tari Topeng “bujuh”. Kemudian yang tak kalah uniknya adalah penampilan dari Komang Ata (Putra dari Suratni) yang dengan berani ikut melucu dengan perannya sebagai Liku cilik. Gerak serta lelucon yang alami mampu mengundang para pemedek untuk menyaksikan kemasan Arja persembahan dari ISI Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut rombongan juga melaksanakan persembahyangan bersama guna “nunas ica” agar seluruh keluarga besar ISI Denpasar diberikan keselamatan. Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., mengungkapkan bahwa sumbangsih yang diberikan ISI Denpasar melalui pementasan tari dan tabuh ini mungkin terlihat kecil namun menurut Prof. Rai besar kecilnya sumbangan tidak bisa dilihat dari nilai sumbangannya, namun ketulusiklasan dari civitas ISI Denpasar sesuai dengan bidangnya.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Comments are closed.