ISI Denpasar Tampilkan “Purusada Santha” Di Dharma Shanty Jakarta

ISI Denpasar Tampilkan “Purusada Santha” Di Dharma Shanty Jakarta

Latihan akhir garapan seni sendratari serangkaian kegiatan Dharma Shanti Nyepi, berlangsung, di gedung Natya Mandala,  Selasa(15/3). Rombongan bertolak ke Jakarta, Jumat malam (18/3). Garapan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang akan memboyong ratusan penari maupun penabuh tersebut akan tampil di Gedung Ahmad Yani Markas Besar TNI Cilangkap, Senin (21/3) mendatang.Sendratari yang  berdurasi sekitar 40 menit itu, menyiratkan  sarat makna dari narasi oratorium Purusadasantha yang  mengusung konsep  Bhinneka Tunggal Ika, yang diangkat dari karya sastra Mpu Tantular. Para seniman akademis, baik dari kalangan mahasiswa maupun para dosen ISI Denpasar, nampak serius mempersiapkan hajatan perayaan Nyepi 1933 yang akan dihadiri oleh Presiden RI  Susilo Bambang Yudoyono.

Alur ceritanya berkisah tentang pergulatan cinta kasih dan kedamaian, serta keharmonisan hidup dalam ungkapan berbentuk pertunjukan seni budaya dan ekspresi keindahan cipta, karsa, cita masyarakat.Selain itu, tentunya mengingatkan hakekat kehidupan berbangsa dan bernegara yang dihuni oleh keberagaman, melalui perayaan Nyepi kali ini dijadikan momen untuk saling menghormati.

Cerita yang menyiratkan sebuah anugrah kemajemukan dalam kesetaraan di bawah panji-panji merah-putih Indonesia tercinta, dan dalam naungan kepak sayap Burung Garuda Pancasila yang gagah perkasa, serta Undang-undang Dasar 1945 yang adil dan beradab. Hal ini dibuktikan, dalam garapan seni ini dimeriahkan dengan tarian nusantara, di antaranya: tarian Kecak(Bali), tarian Buru (Papua), tarian Saman (Aceh), Pakarena (Sulawesi)
Prof. I Wayan Rai, S MA, rektor ISI Denpasar sempat mengingatkan supaya seluruh seniman akademis yang terlibat dalam garapan pertunjukan seni budaya terkait Dharma Santhi Nyepi ini untuk tetap menunjukan kualitas diri sebagai seniman profesional. Selain itu, menjaga etika, sopan santun, dan tata krama, serta mentaati segala petunjuk dari pimpinan rombongan selama berada di Jakarta. “Sehingga apa yang disajikan dalam pertunjukan seni budaya tersebut tercermin dalam tingkah polah dari para senimannya,” harapnya.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Comments are closed.