ISI Denpasar Turut Meriahkan Perayaan Dharma Santi di Jayapura

ISI Denpasar Turut Meriahkan Perayaan Dharma Santi di Jayapura

dharma santhi papua 2013Jayapura-Nama ISI Denpasar semakin dikenal setelah kiprah ISI Denpasar dalam membantu pendirian ISBI di Tanah Papua. ISI Denpasar mendapat undangan kehormatan untuk membantu menyukseskan acara Perayaan Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1935 yang akan dilaksanakan di GOR Cenderawasih APO Jayapura, Kamis, (28/3). Sebanyak tiga penari dan penabuh bergabung dengan penari setempat turut tampil dihadapan sekitar dua ribu penonton yang memenuhi GOR Cendrawasih. Menariknya acara dharma santi yang digelar di bumi Cendrawasih ini mampu melahirkan akulturasi budaya Bali dan Papua dengan tetap bernafaskan merah putih. Hal tersebut ditunjukkan dengan penampilan penabuh yang mengiringi beberapa tari Bali menggunakan pakaian kombinasi Bali dan Papua. Selain itu yang cukup mencuri perhatian juga ketika burung cendrawasih yang menjadi ikon Papua digunakan sebagai udeng (penutup kepala) para penabuh. Di Jayapura terdapat 7 pura yang tersebar di Kota Jayapura 1 pura dan terbesar yaitu Pura Surya Bhuana, di Kabupaten Kerom 4 pura serta di Kabupaten Jayapura terdapat 2 pura.

Menurut Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjend TNI Made Agra yang juga sebagai pembina kegiatan perayaan Dharma Santi mengungkapkan bahwa  di Bali burung Cenderawasih disebut ‘Manuk Dewata’ yang artinya burung suci pengantar roh masuk sorga. “Jadi betul-betul burung ini dipuja di Bali, sehingga ini kita tampilkan, mengajak seluruh masyarakat Papua dan yang bertugas yang ada di Papua bahwa begitu sakralnya sebuah budaya,” ungkapnya. Sehingga kata Made Agra, kalau setiap masyarakat cinta kepada budaya  itu sebagai salah satu tekad dan niat untuk menyatukan bangsa. Made Agra juga menambahkan melalui kegiatan Darma Santi ini kita dapat merajut kebersamaan di bumi Cendrawasih untuk mewujudkan harmoni dalam keberagaman, dengan tetap mengedepankan merah putih melalui gelar budaya yang dapat menyatukan bangsa Indonesia.

Acara ini juga disukseskan oleh pembina lainnya yaitu Laksamana TNI Gusti Putu Wijamahadi serta ketua panitia pelaksana Kombes Gede Sugianyar. Suasana perayaan sangat meriah kental diwarnai nuansa merah putih baik dari dekorasi hingga lagu-lagu kebangsaan yang mampu membangkitkan semangat kebangsaan. Hal ini sesuai dengan tema Dharma Santi yaitu "Dengan persaudaraan kita bangun kebersamaan". Dalam suasana kebersamaan hadir pula para petinggi-petinggi Papua, diantaranya Pj. Gubernur Papua Constant Karma, para tokoh agama yaitu Ketua Sinode Gidi Papua, Pendeta Levius Biniluk, Ketua FKUB & Ketua PGGP, FKPPA, Pendeta Herman Saud, Ketua NU Papua, Dr. Toni Wanggai, M.Ag, Kapolda Papua, serta undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., hadir sebagai perwakilan dari ISI Denpasar dan juga sebagai penanggung jawab pendirian ISBI Tanah Papua. Prof. Rai juga berkesempatan mempromosikan lembaga khususnya Program Pasca ISI Denpasar, dimana hanya lewat mulut ke mulut, sebanyak 29 calon mahasiswa dari Papua sudah mendaftarkan diri untuk belajar di Pascasarjana ISI Denpasar.

Comments are closed.