Jauk Manis Gelitik Masyarakat Sibetan

Jauk Manis Gelitik Masyarakat Sibetan

Fakultas Seni Perstunjukan (FSP) ISI Denpasar tidak pernah sarat aktifitas. Kegiatan “ngayah” yang merupakan salah satu model kegiatan Tri Dharma Perguruan  Tinggi yakni pengabdian pada masyarakat, yang mulai dilirik oleh DP2M ((Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Dikti, seperti dibincangkan dalam acara pelatihan penyusunan usulan program Pengabdian Kepada Masyarakat, Jumat pagi (21/01/2011) yang lalu, digelar kembali di Pura Bale Agung Sebetan, Karangasem, Jumat malam (21/01/2011).

Beberapa warga masyarakat mengungkapkan kekagumannya akan pementasan FSP ISI Denpasar malam itu. “Luar biasa. Kami sebelumnya hanya kenal ISI lewat media masa. Pemantasan malam ini sangat memukau, tapi kurang banyak.” kata seorang warga. Penampilan Penabuh Wanita Asti Pertiwi bagaikan ”appetizer” yang membuat masyarakat semakin terpesona dengan pementasan berikutnya, yakni Tari Selat Segara, Wiranjana, Jauk Manis, Satya Brasta, Margapati, Oleg Tamulilingan, serta Fragmentari Ciwa Wesaya yang seluruhnya berdurasi hampir 3 jam belum cukup bagi masyarakat. Tari Jauk Manis yang mengisahkan kewibawaan dan karisma seorang Raja Raksasa ini, mengelitik gelak tawa masyarakat, lebih-lebih ketika penari mengundang salah seorang anak keatas panggung.

”Kami sangat berterima kasih kepada kampus ISI Denpasar yang telah ”ngayah” di pura ini, kegiatan yang sangat berarti bagi masyarakat kami, yakni sebagai upaya pelestarian budaya, dan juga memberi dampak sosial yang sangat menghibur masyarakat. Semoga dengan menyaksikan pementasan ISI Denpasar, masyarakat tergugah untuk mendalami seni budaya Bali ,” harap Kepala Desa Sebetan, I Nengah Sumerta,S.Pd.

Dekan FSP, I Ketut Garwa, S.Sn.,M.Sn. menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia Aci Usaba Sri Pura Bale Agung, yang telah memberi kesempatan kepada ISI Denpasar untuk ”ngaturang ayah”. ”Mari kita bersama-sama berdoa, demi keselamatan kita bersama, sehingga karya suci ini bisa terlaksana dengan baik.”harap Garwa. Tampak hadir dalam kegiatan ”ngayah” ini, Rektor, PRIV, PD I,II,dan III FSP. PD I FSP, I Dewa Ketut Wicaksana, SSP.,M.Hum. menjadi MC dalam pementasan tersebut, juga mewawancarai mahasiswa ISI Denpasar asal Jepang yang menarikan Tari Margapati. ”Wanita Jepang menarikan tari Bali, lalu bagaimana dengan kita orang Bali?,” tanya Rektor dalam sambutan singkatnya.

Humas ISI Denpasar melaporkan.

Comments are closed.