Jemblung Sebagai Teater Bertutur, kesenian Sekuler, dan sekuler teater lisan

Jemblung Sebagai Teater Bertutur, kesenian Sekuler, dan sekuler teater lisan

Oleh Saptono, Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar

Jemblung adalah salah satu bentuk kesenian tradisional dari daerah Banyumas yang biasanya dimainkan oleh empat orang pemain (seniman) yang pertunjukannya mengandalkan kemahiran bertutur. Ada beberapa daerah yang memiliki kesenian sejenis jemblung yang mengandalkan kemahiran bertutur, diantaranya: Di pesisir utara Jawa Tengah dan Jawa Timur, ada jenis kesenian rakyat yang disebut Kentrung, yang biasanya menampilkan cerita para Nabi atau Babad. Di Jakarta ada kesenian bertutur dengan cerita Sohibul Hikayat, di Pemalang ada jenis kesenian Rontolan, dan di Kebumen ada kesenian yang mendekati Jemblung dengan sebutan Mentiyet. Di Bali juga ada jenis kesenian yang mengandalkan suara mulut seperti Kecak dan Genjek, karena mengandalkan bunyi suara cak-nya dari penari. Namun yang lebih mendekati dengan kesenian jemblung, menurut Sudirga (2000:124) di Pulau Dewata ini ada jenis kesenian Cakepung, dimana ada yang menyebutnya seni pepaosan, teater tutur, ensambel musik vokal atau gamelan mulut. Pepaosan atau mabebasan, karena pembacaan naskah Lontar Monyeh yang selalu dilakukan pada setiap pergelarannya, sedangkan disebut teater tutur, karena semua peristiwa diungkapkan dengan cara bertutur.

Kisah yang dijadikan sandaran cerita (lakon) bisa bermacam-macam, yaitu bisa diambil dari berbagai sumber dan dengan alur yang bebas. Apa saja ? Namun demikian lakon  yang sering dipentaskan mengambil dari cerita Babad. Dari empat orang pelakunya, tiga laki-laki dan satu perempuan, yang semuanya berpakaian adat Jawa (blangkon, sorjan, dan kebayak) gaya Banyumasan. Ke empat (4) pemain tersebut masing-masing berperan sebagai dalang merangkap sebagai musisi, dua orang sebagai musisi merangkap dalang dan tokoh laki-laki, dan satu orang perempuan sebagai musisi (sinden) merangkap tokoh putri. Ucapan-ucapan (dialog) maupun syair nyanyian yang dibawakan intinya dengan menggunakan bahasa daerah setempat.

Jemblung sebagai teater bertutur, kesenian sekuler, dan teater lisan selengkapnya

Comments are closed.