Jerman Hapus Hutang Indonesia Lewat Pendidikan

Jerman Hapus Hutang Indonesia Lewat Pendidikan

Jakarta --- Pemerintah Republik Federal Jerman menghapus hutang pemerintah Indonesia sebanyak 20 juta Euro melalui program Debt Swap IV untuk pendidikan. Pemberian penghapusan hutang ini dilakukan setelah Indonesia memenuhi syarat untuk membiayai salah satu program sektor pendidikan minimal sebanyak 50 persen, atau 10 juta Euro dari jumlah hutang pokok yang akan dihapus menggunakan dana APBN.
Sertifikat Penghapusan Hutang Program Debt Swap IV untuk Education diserahkan oleh Direktur KfW (Kreditanstalt fur Wiederaufbau) Bjorn Thies, masing-masing kepada Deputi VI Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional Kementerian Koordinator Perekonomian Rizal Afandi Lukman, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nina Sardjunani, dan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional Suyanto di Kemdiknas, Jakarta, Rabu (1/09/2010).
Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh dan Duta Besar Republik Federal Jerman Norbert Baas menyaksikan penyerahan tersebut.
Program Debt Swap IV untuk pendidikan dilaksanakan berdasarkan perjanjian Indonesia dan Federal Jerman tentang rekonstruksi dan rehabilitasi gedung sekolah akibat  gempa bumi pada 2006 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Tengah. Adapun sasaran program ini adalah merekonstruksi dan rehabilitasi sekolah akibat gempa sebanyak 144 sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI) dan 26 sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MtS) di Provinsi DIY dan 52 SD/MI serta delapan SMP/MTs di Provinsi Jawa Tengah.
Mendiknas dalam sambutannya menyampaikan, pelaksanaan program debt swap menunjukkan keseriusan jajarannya untuk memperkecil beban yang menjadi tanggungan pemerintah, dengan memanfaatkan seluruh skema yang ada. Program ini sekaligus membuktikan tingginya komitmen pemerintah Jerman terhadap dunia pendidikan, dan hubungan antara kedua negara. "Pemerintah Federal Jerman memahami betul tentang sebagian persoalan yang harus diselesaikan oleh pemerintah Indonesia khususnya di dunia pendidikan," katanya.
Duta Besar Republik Federal Jerman Norbert Baas menyampaikan, sejak terjadinya gempa yang melanda DIY dan Jawa Tengah pada 2006, pemerintahnya berkomitmen membantu dengan cara fleksibel yakni melalui penghapusan hutang sebanyak 20 juta Euro. Pemerintah Indonesia, kata dia, setuju untuk menginvestasikan sebanyak setengah dari hutang untuk membangun dan merehabilitasi sekolah yang rusak. "Rekonstruksi difokuskan untuk membangun sekolah yang tahan gempa. Sebanyak 25 ribu anak memperoleh manfaat dari program ini," ujarnya.
Direktur KfW (Kreditanstalt fur Wiederaufbau) Bjorn Thies mengatakan, Kemdiknas telah sukses mengimplementasikan penggunaan debt swap ini menggunakan sistem dan tata kelolanya sendiri. Program ini, kata dia, merupakan salah satu contoh asistensi eksternal dapat diimplementasikan melalui sistem pemerintah Indonesia sendiri. "Saya mengucapkan selamat kepada Kemdiknas atas suksesnya implementasi rekonstruksi," katanya.
Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdiknas Suyanto menyampaikan, dampak keberhasilan penyelenggaraan program ini Kemdiknas diundang ke Kantor Pusat UNESCO di Paris , untuk mempresentasikan program dan pengalaman Indonesia dalam melaksanakan program debt swap ini.  Menurut dia, masukan yang disampaikan akan dijadikan sebagai salah satu dasar untuk menentukan kebijakan UNESCO bagi negara-negara berkembang dalam konteks pengurangan hutang melalui program pendidikan. "Kemdiknas dimasukkan menjadi salah satu anggota working group for debt swap UNESCO," katanya. (agung)

Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/9/1/utang.aspx

Comments are closed.