Kajian Musik Rebab Dalam Rangka Mendukung Program Cagar Budaya

Kajian Musik Rebab Dalam Rangka Mendukung Program Cagar Budaya

Institut Seni Indonesia Denpasar bekerjasama dengan kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia akan mengadakan kegiatan revitalisasi salah satu jenis musik Bali yang kini sedang mengalami alienasi yaitu musik rebab. Secara konvensional rebab dalam gamelan Bali berfungsi sebagai pemanis, pelembut, yang dimainkan dengan merealisasi nada-nada pokok, sehingga seringkali fungsi rebab dianggap sekunder dan jarang seniman muda yang tertarik untuk mempelajari instrument rebab yang mengakibatkan keberadaan music ini cenderung mengalami kesenjangan.

Berlatar belakang dari adanya kenyataan ini maka ISI Denpasar akan mengadakan workshop dan penulisan buku tentang musik rebab yang akan diikuti oleh para seniman karawitan yang berasal dari Sembilan kapubaten/kota yang ada di Bali, Mahasiswa ISI Denpasr, Siswa SMK Kesenian dan Sanggar Seni yang ada di Bali dengan total peserta 70 orang. Adapun kegiatan workhshop Pemuliaan Instrumen Rebab akan berlangsung selama delapan hari dari tanggal 21-29 november 2011. Pada tahap akhir kegiatan workshop dilakukan pementasan karya musik baru yang berbasis instrument Rebab. Karya musik baru tersebut meliputi 3 jenis karya yaitu dalam klasik, palegongan, dan pementasan rebab.

Kegiatan yang masih dalam tahap perencanaan ini gencar melakukan persiapan, seperti yang dilaksanakan pada hari Kamis 20 Oktober 2011 dimana PR II ISI Denpasar mengungkapkan bahwa  kesenian rebab harus diangkat termasuk di dalamnya menularkan bagaimana memainkan rebab yang baik serta membuat event mengenai rebab mecakup seluruh wilayah Bali.

Dalam kesempatan yang sama Rektor ISI Denpasar, Prof. Rai, mengungkapkan bahwa perlu adanya dokumentasi berupa foto-foto, video, ataupun  rebab-rebab itu sendiri, selain itu juga perlu dikembangkan instrument string seperti ini yang mana dapat memberikan inspirasi dalam berkreasi, beliau juga berharap setelah terwujudnya hasil workshop ini dapat langsung diakses ke media online atau internet. Arahan pengembangan selanjutnya adalah pengembangan RKG (Rebab Kendang Gending) dan RKS (Rebab Kendang Suling).

Comments are closed.