Kaligrafi Dalam Rerajahan Klasik Bali Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Modern

Kaligrafi Dalam Rerajahan Klasik Bali Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Modern

Oleh : Drs. Anak Agung Gde Ngurah T.Y., M.Si

Dibiayai Dari Dana Dipa Isi Denpasar 2009

Ringkasan Penelitian

Latar belakang dan daya tarik penciptaan tentang “KALIGRAFI DALAM RERAJAHAN KLASIK BALI SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA LUKIS MODERN” adalah karena pencipta melihat banyaknya muncul lukisan-lukisan Bali Modern yang hampir melupakan tema-tema tradisi sebagai nilai kearipan lokal. Ketika memasuki tengah abad-21, telah terjadi perubahan-perubahan, terutama dalam seni lukis Bali Modern, dalam irama penuh kreasi, ide dan kreatifitas.

Rerajahan pada hakekatnya merupakan budaya Hindu Bali, sebagai suatu produk local genius. Hal ini dapat dilihat pada upakara panca yadnya, sarana pengobatan, ilmu penengen dan ilmu pengiwa. Antara rerajahan, tantra dan mantram memiliki suatu keterpaduan yang sangat erat dan saling mendukung di dalam membangkitkan kekuatan magis sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan masyarakat bali.

Transformasi rerajahan Seni Lukis Modern pada dasarnya telah dimulai sejak masuknya pengaruh budaya luar. Rudolf Bonnet dan Walter Spies memberikan pengaruh kepada kehidupan seniman bali untuk mengungkapkan ide-idenya secara bebas.

Transformasi rerajahan telah diawali pada zaman Pitha Maha, perubahan dan pembaharuan terjadi karena transformasi melalui akulturasi dan asimilasi yang berkaitan erat dengan penemuan baru. Rerajahan sebagai subjek matter diolah dan dilebur menjadi bentuk, fungsi dan makna baru, pada seni lukis Bali Modern. Meskipun demikian rerajahan yang erat hubungannya dengan agama hindu tetap disakralkan.

Mode transformasi dapat memberikan pengkayaan ide-ide terhadap pencipta, melalui; Adopsi, Depormasi, Abstraksi dan Setilirisasi rerajahan, sehingga terwujudlah suatu karya penciptaan Kaligrafi Dalam Rerajahan Klasik Bali sebagai seni lukis Bali Modern yang berkepribadian, original dan segar.

Tujuan dan Manfaat penciptaan ini adalah; untuk mendapatkan gambaran secara lebih mendalam dan jelas mengenai tranformasi Kaligrafi Dalam Rerajahan Klasik Bali sebagai kontek perubahan bentuk, fungsi dan makna, pada seni lukis modern.

Penciptaan ini menggunakan kerangka teori; estetika yang menitik beratkan pada bentuk yang berhubungan dengan keindahan, teori structural fungsional, untuk mengetahui fungsi suatu rangkaian kebutuhan naluri manusia yang berhubungan dengan seluruh kehidupan,teori semiotik, untuk membedah makna.

Metode yang digunakan adalah; dengan pendekatan kualitatif dengan mengidentifikasi objek transformasi rerajahan pada seni lukis bali modern secara langsung. Sedangkan proses penciptaan dapat dibagi menjadi tiga tahapan; yaitu tahap penjajagan/eksplorasi (exploration), tahap percobaan (exsperimentation) dan tahap pembentukan (forming). Selanjutnya dilakukan pengkajian yang cermat, akurat terutama terhadap penyajian bentuk,fungsi dan makna transformasi rerajahan lukisan Bali Modern.

Hasil penciptaan, keberadaan Kaligrafi bali dalam rerajahan pada hakekatnya telah menujukkan perannya sebagai sumber inspirasi, sehingga adanya pergerakan perubahan budaya dari transformasi kaligrafi bali dalam rerajahan menjadi suatu tema-tema atau bentuk baru, dari bentuk baru ke fungsi, dari fungsi ke estetika dan dari esteika ke makna.

Dari perubahan dan pengaruh yang terjadi, transformasi kaligrafi bali dalam rerajahan seni lukis Bali modern telah terhegemoni oleh pariwisata, art shop dan kolektor seni.

Transformasi merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan ide-idenya atau imigrasinya melalui bentuk-bentuk kaligrafi bali dalam rerajahan, dalam transformasi tersebut unsur-unsur internal kaligrafi bali dalam rerajahan, seperti nilai-nilai yang terkandung dilebur menjadi satu dengan disertai oleh pengaruh modern berupa olahan ide, teknik serta pengungkapan karya seni, memunculkan seni lukis modern yang baru bersifat individualistik dan mengandung nilai tinggi

Comments are closed.