Karajinan Pigura Kaca dan Cendera Mata di Desa Pengosekan

Karajinan Pigura Kaca dan Cendera Mata di Desa Pengosekan

Oleh: Gusti Agung Jaya CK, Dosen PS Kriya Seni

Berbarengan dengan meroketnya kerajinan ayaman rontal (basket) pada tahun 1980-an berkembang kerajinan pigura kaca. Seni kerajinan pigura kaca merupakan transformasi seni lukis fauna-flora gaya pengosekan pada media kayu. Munculnya kerajinan ini berawal dari seorang antropologi asal Amerika bernama Joose adalah teman I Dewa Nyoman Batuan yang menginap dirumahnya. Selagi melukis  Batuan didatangi oleh temannya, oleh karena di dalam kamarnya tidak ada kaca cermin. Joose minta agar kamarnya dilengkapi kaca cermin dengan bingkai dari kayu berukir.

Sebagai seorang seniman yang kreatif dan kaya akan ide-ide baru,Batuan mendesain bingkai kaca untuk temannya. Desain tersebut memakai hiasan flora-fauna  mirip lukisan gaya pengosekan yang dicetuskan oleh Dewa Made Kawan. Dalam mewujudkan bingkai kaca ini Batuan dibantu  oleh 2 (dua) orang tukang togog (pematung) bersaudara. Meraka  adalah I Wayan Meja dan I Made Meji tukang togog yang khusus membuat togog bedahulu. Setelah pigura kaca itu jadi, Batuan memperlihatkan dengan Joose sembari memasangkan dikamarnya. Ternyata Joose sangat senang dengan pigura kaca cermin yang bermotifkan flora-fauna itu.

Semenjak itu, Batuan manyuruh tukangnya membuat 20 samapai 30 pice untuk di pajang di studio lukisnya. Setiap tamu yang datang mengunjungi studionya, disamping menikmati lukisan, mereka sangat tertarik dan membeli 2 sampai 3 pice pigura kaca yang bermotif hiasan alam flora-fauna itu, usai mengapresiasi karya-karyanya. Model pigura kaca yang dicetuskan  Batuan bentuknya dapat dilihat pada gambar di bawah, yang mempresentasikan kehidupan pada alam fauna-flora. Burung kakak tua hadir bercanda hinggap pada dahan  nyiur seolah merayakan pertemuan yang berbahagia. Daun nyiur yang berwana hajau serta kembang sepatu yang sedang mekar di bawahnya isyarat kesuburan alam memberika kesan kedamaian, dan ketenangan. Dilahat dari bentuknya  yang terpola dalam segi empat nampak teresan kaku, tetapi imbangi dangan permainan garis pada bagian sisi atas menjadikan bentuk itu enak dipandang dan tidak kaku ketika dipasang pada dinding.

Karajinan Pigura Kaca di Desa Pengosekan, selengkapnya

Comments are closed.