Karya Kriya “Tameng Bhuwana” Dosen ISI Denpasar Lolos Seleksi Pameran Nasional

Karya Kriya “Tameng Bhuwana” Dosen ISI Denpasar Lolos Seleksi Pameran Nasional

untitled-11

Wayan Suardana dan karyanya

(Denpasar-humasisi) Satu prestasi kembali diukir oleh salah satu Dosen Kriya Seni ISI Denpasar Drs. I Wayan      Suardana, MSn, yaitu lolos seleksi pameran dan seminar nasional “Seni Rupa Nusantara 2009” dengan mengambil  tema “Menilik Akar”. Karya Suardana termasuk kedalam 85 karya yang lolos dari 600 karya yang diseleksi dari  seluruh Indonesia. Khusus daerah Bali meloloskan 6 karya termasuk karya Suardana dan salah satunya adalah karya  maestro seni lukis Bali yaitu Nyoman Gunarsa. Yang membanggakan adalah ISI Denpasar meloloskan 4 karya yaitu 1  karya Dosen kriya (Suardana) dan 3 karya alumnus ISI Denpasar ( I Gst. Putu Hardana Putra, I Wayan Sedana Yasa,  Wayan Dania). Hal tersebut menambah daftar prestasi yang diraih oleh ISI Denpasar. Rencananya karya-karya  tersebut akan dipamerkan di Galery Nasional Indonesia-Jakarta dari tanggal 19-31 Mei mendatang dan rencananya  akan dibuka oleh Menbudpar Republik Indonesia yaitu Ir. Jero Wacik, SE.

Mengenai karya yang lolos seleksi tersebut Suardana merasa bangga dan senang, mengingat ini adalah suatu event  besar dunia seni rupa Indonesia, saingan yang begitu banyak dan proses seleksi yang ketat. Ditanya kenapa karyanya  tersebut bisa lolos seleksi, Suardana menjelaskan menurutnya karya tersebut sangat dekat dengan tema yaitu “Menilik  Akar” dimana sumber idenya menggali kembali (akar) tradisi daerah . Karyanya “Tameng Bhuwana” menurutnya  mengambil dari konsep penjaga bhuwana(dunia), dimana di Bali dunia dibagi menjadi Bhuwana Agung (alam) dan  bhuwana Alit (badan manusia). Jadi kita harus menjaga alam dan manusia ini agar seimbang dan harmonis. Pria  asal Petulu Ubud ini menjelaskan, untuk pengambilan bentuk dasar diangkat “lesung” yang merupakan perlambang dari Pertiwi(Yoni/Ibu/Bumi) dan Senjata Dewata Nawa Sanga yang merupakan Dewa-Dewa penjaga arah mata angin di Bali. Dari material juga dipakai limbah kayu jati, jadi memanfaatkan barang bekas untuk menghasilkan karya seni yang tinggi.

Bapak 3 orang anak dan putra kandung dari salah satu seniman patung terkenal dari Petulu Gunung-Ubud pak Made poleng ini, mengharapkan kedepannya dengan keberhasilannya ia akan lebih termotivasi untuk membuat karya yang lebih monumental lagi dan pada saat pameran ia akan berpromosi tentang keberadaan kampus ISI Denpasar. Ketua jurusan Kriya Seni ISI Denpasar Drs. I Made Suparta, M.Hum menyambut gembira menyambut hal ini dan tidak lelahnya mencari celah-celah yang ada apalagi pada waktu dekat ini mahasiswa kriya pada khususnya akan melakukan temu Karya Mahasiswa Kriya Seni di Solo, inilah salah satu dari beberapa cara untuk lebih mempromosikan jurusan dan kampus di tingkat nasional dan internasional. Sementara PD II FSRD ISI Denpasar Drs. I Made Bendi Yudha, M.Sn menyambut gembira dan terus mendukung semangat berkompetisi baik bagi dosen maupun mahasiswa untuk menunjukkan kualitas pendidikan di ISI Denpasar. Senada dengan Bendi, PD I ISI Denpasar Drs. I Gede Mugi Raharja, M.Sn dengan lolosnnya karya Suardana ini membuktikan kualitas dosen ISI Denpasar sehingga mahasiswa terpacu dan bangga untuk mengikuti jejak dosennya tersebut. Sehingga atmosfir pendidikan di kampus menjadi lebih kompetitif dan berkualitas.

Dekan FSRD Dra. Ni Made Rinu, MSi saat dihubungi menyambut bangga dan gembira atas antusiasme dosen dan mahasiswa untuk mengikuti kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Apalagi bersamaan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, semoga lolosnya salah satu dosen ISI Denpasar makin meningkatkan semangat civitas kampus untuk lebih kompetitif dan meningkatkan kualitasnya dalam bidang pendidikan. Rinu sebagai Dekan juga tidak lelah-lelahnya mendorong para dosen dan mahasiswa untuk terus mengikui event-event nasional maupun internasional selain untuk mengasah dri sebagai pribadi juga turut juga mempromosikan kampus secara tidak langsung. Sehingga visi kita untuk “go international” dapat terwujud dengan semangat kompetisi untuk mengasah diri. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA menyambut gembira atas lolosnya Suardana ini dan berpesan pada jaman globalisasi ini berkompetisi di segala bidang adalah hal yang sangat mutlak adanya. Jadi kita sebagai institusi seni harus bersiap diri untuk menghadapi iklim kompetisi ini, dan tidak ada jalan selain terus mengasah diri dan menempa diri sesuai kapasitasnya masing-masing, namun tetap mempertahankan etika profesi dan jati diri kita. Semoga dengan event-event seperti ini ISI Denpasar semakin terpacu untuk mengembangkan diri untuk menuju World Class University.

Comments are closed.