Kualitas Pendidikan Indonesia Harus Ditingkatkan

Kualitas Pendidikan Indonesia Harus Ditingkatkan

PENDIDIKAN mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman.
Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Sayangnya,perhatian pemerintah masih terasa sangat minim. Gambaran ini tercermin dari beragamnya masalah pendidikan yang makin rumit.Kualitas siswa masih rendah, pengajar kurang profesional, dan biaya pendidikan yang mahal. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI),Firmanzah, mengungkapkan bahwa pendidikan di Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Orang kerap menanyakan ingin seperti apa pendidikan di Indonesia. Menurut Firmanzah , dirinya akan dengan tegas menyatakan ingin kualitas pendidikan di Indonesia sama seperti yang ada di negara Singapura,Australia, dan negara- negara di Eropa.Sebagai contoh, ketika dirinya mengambil program master di Prancis.

Hanya perlu membayar Rp5 juta per tahun. Sisanya pemerintah Prancis-lah yang menanggung.Kendati begitu, Firmanzah mengungkapkan rasa terima kasih kepada sejumlah kalangan yang telah menguatkan pendidikan bagi rakyat di daerah terpencil dan telah memperkaya wajah pendidikan di Indonesia yang humanis. “Saya mengharapkan banyak mahasiswa FEUI yang tertarik untuk bergabung dan mengajar di sekolah-sekolah di daerah terpencil,”tuturnya. Ketua Badan Otonom Economica, Jahen Fahrul Rizki mempertanyakan empat hal, yaitu seberapa pentingnya pendidikan, apakah pendidikan di Indonesia masih jauh tertinggal,faktor apa yang sebenarnya memengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia, dan asetaset apa saja yang masih dimiliki oleh bangsa ini.
Jahen menempatkan permasalahan korupsi yang dilakukan oleh kaum terdidik dan pendidikan yang keliru sehingga menghasilkan rate return yang tidak jelas di peringkat pertama dan kedua sebagai biang keladi permasalahan. “Fakta mengungkapkan, korupsi lebih banyak dilakukan oleh kaum terdidik,”tuturnya. Jahen juga menyoroti kualitas guru yang mengajar di sekolah.Menurut dia,guru memiliki tiga peranan penting, yaitu mempermudah mahasiswa atau siswa yang diajar untuk menggali ilmu melalui metodologi belajar-mengajar yang baik, mampu mencontohkan nilai-nilai universal yang baik kepada siswanya, dan mampu menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Sementara Rektor Universitas Paramadina Anies Bawasdan mengungkapkan, pendidikan merupakan eskalator untuk mengantarkan anak bangsa dari berbagai strata sosial untuk menjadi individu yang mandiri secara sosial dan ekonomi. (hermansah)

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/325312/

Comments are closed.