Kunjungan the Songkhla Rajabhat University

Kunjungan the Songkhla Rajabhat University

Kunjungan the Songkhla Rajabhat University ke ISI Denpasar Minggu (3/4) malam sebagai wujud implementasi MoU kedua Institusi seni ini, ditandai dengan pementasan 10 tarian yang dirangkai non-stop dalam tajuk “The Beautiful North of Thailand”. Tarian yang dibawakan oleh para penari cantik dan tampan asal Thailand ini  memukau seluruh undangan dan penonton yang hadir memenuhi gedung Natya Mandala ISI Denpasar. Tarian indah negeri Gajah Putih ini diakhiri dengan mengundang penonton untuk menari bersama seperti tari joged. Seusai menari, penonton dan tampak juga diantaranya Rektor ISI Denpasar beserta jajarannya mendapat cindera mata dari penari.

Rombongan kemudian menyaksikan pentas mebarung mahasiswa semester II dan IV  dari Fakultas Seni Pertunjukan di jaba pura ISI Denpasar. Tari Sekar Jagat, Selat Segara, Barong, Truna Jaya, Jauk Manis, Telek, serta Satya Brasta ditampilkan walau hujan mengguyur tak mengurangi antusiasme rombongan Thailand serta pemedek. Hal menarik dalam acara mebarung tersebut adalah Tari Satya Brasta yang ditarikan oleh mahasiswi Tari semester II. Riuh tepuk tangan pemedek semakin seru ketika adegan terakhir pemeran Gatot Kaca berada di atas bahu penari lainnya.

Acara yang berakhir hingga dini hari tersebut, tak mengurangi semangat civitas akademika ISI Denpasar untuk kemudian langsung ngaturang ayah pada Senin (4/4) pagi di Pura Besakih. Rombongan kampus seni ini mempersembahkan tari Rejang Dewa, Baris Gede, Wayang, serta Tari Topeng. I Wayan Suharta dan Wardizal, Kejur dan sekjur Karawitan  sangat bangga dengan mahasiswa yang selalu semangat “ngayah”. Saat tarian  Topeng, hujan turun dengan derasnya, sehingga anak-anak yang menyewakan payung menuai rejeki dengan memayungi penari, yang mengundang tawa pemedek yang memenuhi pelataran Penataran Agung. Sungguh “ayah-ayahan” religious yang penuh nilai estetika dan entertainment.

Rektor ISI Denpasar, yang ikut dalam rombongan, mengaku sangat bangga dengan semangat para dosen, pegawai, maupun mahasiswa untuk ngaturang ayah. “Suksma ring Hyang Widhi, kita semua diberi kesehatan untuk ngaturang ayah dan juga terima kasih kepada panitia karya yang telah memberi kesempatan kepada kita untuk “ngaturang ayah” serta bersama-sama memohon keselamatan”, ujar Prof.Rai didampingi I Wayan Suweca, PR IV ISI Depasar.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Comments are closed.