Kursus Bahasa Inggris Gratis Menyongsong Student Mobility and Credit Transfer Programme in Indonesia-Malaysia-Thailand

Kursus Bahasa Inggris Gratis Menyongsong Student Mobility and Credit Transfer Programme in Indonesia-Malaysia-Thailand

DSC02176Guna mempersiapkan program “Student Mobility and Credit Transfer Programme in Indonesia-Malaysia-Thailand” yaitu program transfer kredit mahasiswa yang direncanakan akan direalisasikan pada tahun 2010. ISI Denpasar mengadakan kursus bahasa Inggris perdana secara gratis yang diawali dengan placement test atau test penempatan bagi seluruh mahasiswa ISI Denpasar dari 2 fakultas, yaitu Fakultas Seni Pertunjukan dan Fakultas Seni Rupa dan Desain. Test ini diikuti sekitar 60 mahasiswa dari FSRD ISI Denpasar dan 10 mahasiswa FSP, yang nantinya berdasarkan hasil test, mereka dibagi menjadi 3 penempatan, yaitu elementary, average, dan intermediate. Dari proses seleksi ini akan dipilih 10 mahasiswa dengan nilai terbaik untuk dikirim ke Malaysia dan Thailand guna mengikuti kegiatan transfer kredit. Menurut koordinator kegiatan, Ni kadek Dwiyani, S.S., kursus bahasa inggris ini akan berlangsung instensif selama 3 bulan, serta 1 bulan untuk persiapan seleksi, karena pada bulan Maret nanti program ini akan direalisasikan. Adapun tenaga pengajar melibatkan seluruh dosen bahasa Inggris ISI Denpasar yang berjumlah 6 orang, Dr. Nyoman Suteja, M.Hum., Ni Ketut Dewi Yulianthi, S.S., M.Hum., Ni Putu Tisna Andayani, S.S., Ni Kadek Dwiyani, S.S., Putu Agus Bratayadnya, S.S., M.Hum., Nyoman Lia Susanthi, S.S.

Guna meningkatkan mutu pendidikan di ISI Denpasar serta menuju world class university, tak hanya mahasiswa yang meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya, namun juga para dosen ISI Denpasarpun kini berlomba mengikuti kursus bahasa Inggris TOEFL Preparation sebagai pertanggung jawaban dari Program Hibah Kompetisi (PHK) B-Seni Batch IV, Jurusan Tari ISI Denpasar, dengan PIC I Gusti Ayu Srinatih, S.ST., M.Si., serta Ni Made Arsiniwati, S.ST., M.Si. Kurusus ini berlangsung dari tanggal 4 – 25 November 2009, bertempat di Lab Bahasa ISI Denpasar. Dalam kursus dibimbing oleh 3 instruktur dari UPT. Lab. Bahasa Universitas Udayana, yaitu Drs. I Ketut Tika, M.A., Dr. I Nyoman Sedeng, M.A., I Gst. Ngr. Parthama, S.S.,M.Hum.
Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., manambahkan lolosnya ISI Denpasar dalam “Student Mobility and Credit Transfer Programme in Indonesia-Malaysia-Thailand” merupakan langkah kongrit ISI untuk menuju go internasional. Ini sebagai pembuktian bahwa kredibilitas ISI telah diakui pihak luar. Karena kreteria world class university adalah net working serta diakuinya system pembelajaran yang ditawarkan oleh perguruan tinggi di Indonesia dalam wujud pengakuan kredit oleh perguruan tinggi di Negara lain. Terciptanya citra baik dari masyarakat terhadap perguruan tinggi karena adanya pengakuan dari perguruan tinggi asing. Terdorongnya iklim akademik yang lebih berkembang dan bermutu karena adanya pertukaran budaya belajar dari mahasiswa yang berkesempatan mengikuti pendidikan di perguruan tinggi negara masing-masing. Diperolehnya nilai tambah wawasan internasional dan pengakuan dengan adanya kredit yang diberikan oleh perguruan tinggi asing. Bertambahnya pengalaman belajar, wawasan mahasiswa masing-masing negara dalam mengenal lebih dekat kultur kehidupan masyarakat maupun kultur pendidikan masing-masing negara, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pola pikir masing-masing.
Humas ISI Denpasar melaporkan.

Gunmempersiapkan program “Student Mobility and Credit Transfer Programme in Indonesia-Malaysia-Thailand” yaitu program transfer kredit mahasiswa yang direncanakan akan direalisasikan pada tahun 2010. ISI Denpasar mengadakan kursus bahasa Inggris perdana secara gratis yang diawali dengan placement test atau test penempatan bagi seluruh mahasiswa ISI Denpasar dari 2 fakultas, yaitu Fakultas Seni Pertunjukan dan Fakultas Seni Rupa dan Desain. Test ini diikuti sekitar 60 mahasiswa dari FSRD ISI Denpasar dan 10 mahasiswa FSP, yang nantinya berdasarkan hasil test, mereka dibagi menjadi 3 penempatan, yaitu elementary, average, dan intermediate. Dari proses seleksi ini akan dipilih 10 mahasiswa dengan nilai terbaik untuk dikirim ke Malaysia dan Thailand guna mengikuti kegiatan transfer kredit. Menurut koordinator kegiatan, Ni kadek Dwiyani, S.S., kursus bahasa inggris ini akan berlangsung instensif selama 3 bulan, serta 1 bulan untuk persiapan seleksi, karena pada bulan Maret nanti program ini akan direalisasikan. Adapun tenaga pengajar melibatkan seluruh dosen bahasa Inggris ISI Denpasar yang berjumlah 6 orang, Dr. Nyoman Suteja, M.Hum., Ni Ketut Dewi Yulianthi, S.S., M.Hum., Ni Putu Tisna Andayani, S.S., Ni Kadek Dwiyani, S.S., Putu Agus Bratayadnya, S.S., M.Hum., Nyoman Lia Susanthi, S.S.
Guna meningkatkan mutu pendidikan di ISI Denpasar serta menuju world class university, tak hanya mahasiswa yang meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya, namun juga para dosen ISI Denpasarpun kini berlomba mengikuti kursus bahasa Inggris TOEFL Preparation sebagai pertanggung jawaban dari Program Hibah Kompetisi (PHK) B-Seni Batch IV, Jurusan Tari ISI Denpasar, dengan PIC I Gusti Ayu Srinatih, S.ST., M.Si., serta Ni Made Arsiniwati, S.ST., M.Si. Kurusus ini berlangsung dari tanggal 4 – 25 November 2009, bertempat di Lab Bahasa ISI Denpasar. Dalam kursus dibimbing oleh 3 instruktur dari UPT. Lab. Bahasa Universitas Udayana, yaitu Drs. I Ketut Tika, M.A., Dr. I Nyoman Sedeng, M.A., I Gst. Ngr. Parthama, S.S.,M.Hum.
Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., manambahkan lolosnya ISI Denpasar dalam “Student Mobility and Credit Transfer Programme in Indonesia-Malaysia-Thailand” merupakan langkah kongrit ISI untuk menuju go internasional. Ini sebagai pembuktian bahwa kredibilitas ISI telah diakui pihak luar. Karena kreteria world class university adalah net working serta diakuinya system pembelajaran yang ditawarkan oleh perguruan tinggi di Indonesia dalam wujud pengakuan kredit oleh perguruan tinggi di Negara lain. Terciptanya citra baik dari masyarakat terhadap perguruan tinggi karena adanya pengakuan dari perguruan tinggi asing. Terdorongnya iklim akademik yang lebih berkembang dan bermutu karena adanya pertukaran budaya belajar dari mahasiswa yang berkesempatan mengikuti pendidikan di perguruan tinggi negara masing-masing. Diperolehnya nilai tambah wawasan internasional dan pengakuan dengan adanya kredit yang diberikan oleh perguruan tinggi asing. Bertambahnya pengalaman belajar, wawasan mahasiswa masing-masing negara dalam mengenal lebih dekat kultur kehidupan masyarakat maupun kultur pendidikan masing-masing negara, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pola pikir masing-masing.
Humas ISI Denpasar melaporkan.

Comments are closed.