Lakon “Rsi Markandya” Dipentaskan Di Payangan

Lakon “Rsi Markandya” Dipentaskan Di Payangan

Geliat Institut Seni Indonesia Denpasar dalam melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi tidak pernah padam sedikitpun. Di sela-sela pelaksanaan perkuliahan, seminar hasil penelitian, civitas akademika kampus seni ini sibuk melaksanakan latihan untuk ngayah terutama untuk pentas kolosal serangkaian HUT ke-65 TNI mendatang.

Setelah dua hari sebelumnya ISI Denpasar “ngaturang ayah” di pura Dalem Br. Tegal Bebalang Bangli, Kamis 30 September 2010, sekitar 100 orang seniman ISI Denpasar yang terdiri dari mahasiswa dan dosen Fakultas Seni Pertunjukan “ngaturang ayah” di pura Puseh Banjar Sema, Desa Payangan Gianyar. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Pembantu Rektor IV, I Wayan Suweca,S.Skar.,M.Mus ini mempersembahkan tarian Selat Segara, Jauk manis,dan Satya Brasta yang ditarikan dengan sangat memukau oleh mahasiswa Jurusan Tari, serta tari Truna Jaya yang ditarikan oleh Laras, putri seorang dosen Jurusan Karawitan, I Kadek Suartaya, S.Skar.,M.Si. dan iringan gambelan oleh mahasiswa Jurusan Karawitan. I Ketut Kodi,S.Sp.,M.Si. dan I Nyoman Sukerta,S.Sp.,M.Si. dosen Jurusan Pedalangan menampilkan Bondres yang selalu menjadi atraksi yang ditunggu-tunggu penonton. Masyarakat Desa Payangan sangat antusias menyimak lakon “Rsi Markandya” yang dibawakan kedua seniman kawakan ini.

Sambutan serta apresiasi masyarakat yang sangat positif terhadap ISI Denpasar membuktikan bahwa ISI Denpasar sangat dekat dengan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga masih sangat menghargai dan mencintai kesenian Bali yang menjadi bagian dari kebudayaan Bali. Tari-tarian yang dipentaskan hingga tengah malam ini tetap dipenuhi “pemedek” yang tangkil malam itu. Cuaca dingin tanpa hujan membuat acara malam itu berjalan dengan baik dan lancar.

Rektor ISI Denpasar, Prof.Dr. I Wayan Rai S.,M.A., didampingi Pembantu Rektor II, I Gede Arya Sugiartha,S.Skar.,M.Hum, menyampaian ucapakan terima kasih serta apresiasi sedalam-dalamnya kepada Pemuka Adat serta seluruh masyarakat Banjar Sema, Desa Payangan atas kesempatan yang telah diberikan untuk “ngaturang ayah”, serta sambutan yang demikian hangat kepada seluruh rombongan ISI Denpasar. Rai juga mengungkapkan rasa terima kasih dan bangganya kepada seluruh dosen, pegawai, dan mahasiswa yang telah begitu tulus melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian pada masyarakat, disela-sela kesibukan melaksanakan kegiatan yang demikian padat di kampus. “Semoga dengan ketulusan, semangat, kerjasama,  serta tuntunan Ida Sanghyang Widhi, semua kegiatan kampus dapat dilaksanakan dengan baik,”harapnya.

Humas ISI Denpasar melaporkan.

Comments are closed.