Lawatan Timbalan Perdana Menteri Malaysia

Lawatan Timbalan Perdana Menteri Malaysia

Denpasar- “Best Practices” yang diampu oleh ISI Denpasar sudah terkenal hingga ke manca Negara. Itulah yang menjadi alasan inti dari kunjungan Timbalan Perdana Menteri Malaysia sekaligus sebagai Menteri Pelajaran Malaysia, YAB Tan Sri Muhyiddin Haji Mohd Yassin ke ISI Denpasar.  Rombongan juga dihadiri oleh Dato Dr. Junaidy Abu Bakar sebagai Menteri Penasihat Pendidikan, Dato Ghazali sebagai Pengarah Bahagiaan Seni dan Ko Kurikulum Kementerian Malaysia, Dr. Marzuki, Pegawai khas Timbalan Perdana Menteri serta Datin Dr. Rohani Abdul Rahin selaku Pensyarah Kanan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM). Lawatan singkat mereka pada tanggal 2 Juni 2010, pukul 09.30 wita, untuk mengadakan kajian terhadap ISI Denpasar yang menjadi acuan sebagai ‘best practises’ untuk Perguruan Tinggi Seni di Indonesia. Dengan lawatan ini akan mampu memperkenalkan ISI Denpasar sebagai salah satu Perguruan Tinggi Seni di Indonesia yang bertaraf internasional. Rombongan disambut hangat oleh Rektor ISI Denpasar beserta jajarannya. Delegasi pertama kali diterima di ruang sidang ISI Denpasar guna mendapat penjelasan singkat terkait keberadaan Kampus ISI Denpasar oleh Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A. Pada kesempatan tersebut, Prof. Rai juga memperkenalkan 3 orang mahasiswa dari ISI Denpasar yang akan melakukan program student mobility dan transfer credit, dimana salah satu negara tujuan yaitu Malaysia.

Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., mengungkapkan bahwa sebagai ungkapan rasa terima kasih dan salam hangat dari ISI Denpasar, maka kehadiran mereka akan disuguhkan dengan pameran seni rupa dan desain. Pada kesempatan tersebut rombongan juga berkesempatan untuk menyaksikan demonstrasi melukis, mematung serta mendesain oleh mahasiswa FSRD ISI Denpasar. Dilanjutkan dengan melakukan inspeksi ke lingkungan kampus ISI Denpasar. Pada akhir kunjungan delegasi disuguhkan dengan pertunjukan tari persembahan dari mahasiswa Jurusan Tari ISI Denpasar, yang diiringi tabuh-tabuhan dari mahasiswa Jurusan Karawitan ISI Denpasar. Mereka menampilkan tari Selat Segara dan Tari Satya Brasta.

Menurut Prof. Rai, kegiatan ini penting untuk meningkatkan citra Indonesia umumnya dalam meningkatkan daya saing bangsa. Moment ini penting untuk menjalin beberapa kerjasama kolaborasi dua Negara khususnya bidang pendidikan, diantaranya exchange student, lecturer, double degree serta sandwich program. Dengan begitu antara Indonesia dan Malaysia akan membuka jalan saling pengertian dan saling menghargai. Pemahaman seni budaya merupakan modal dasar yang sangat penting dalam rangka mempererat hubungan antar bangsa, sehingga mampu meningkatkan citra dan daya saing Indonesia di dunia internasional melalui seni budaya.

Comments are closed.