Mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar Siap Tampilkan Karya Terbaik Dalam Ujian Akhir Mahasiswa

Mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar Siap Tampilkan Karya Terbaik Dalam Ujian Akhir Mahasiswa

img_0358-copy

Gladi Ujian Karya TA

(Denpasar- humasisi) Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, Fakultas Seni  Pertunjukan ISI Denpasar menyelenggarakan Pagelaran Karya Seni Pertunjukan dalam rangka Ujian  Tugas Akhir Tahun Akademik 2008/2009, yang berlangsung dari tanggal 18 sampai dengan 21 Mei  2009. Guna menampilkan hasil terbaiknya, para mahasiswa sejak kemarin (tgl. 11 Mei 2009) sampai  tanggal 13 Mei 2009 menggelar gladi bersih di gedung Natya Mandala ISI Denpasar. Menurut Ketua  Panitia Pelaksana, Ni Ketut Suryatini, S.SKar., M.Sn, pagelaran karya seni ini dimaksud sebagai  penyajian tugas akhir yang diwajibkan kepada mahasiswa yang akan menamatkan studi mereka.  Ujian Tugas Akhir tahun ini diikuti oleh 47 orang peserta dengan rincian Penciptaan sebanyak 42  yang terdiri dari jurusan tari 15 orang, jurusan karawitan 23 orang, serta jurusan Pedalangan 4 orang.  Sementara mahasiswa yang mengambil pengkajian sebanyak 5 orang yang terdiri dari jurusan Tari 4  orang dan jurusan Karawitan 1 orang. Ketut Suryatini yang juga sebagai Pembantu Dekan I Fakultas Seni Pertunjukan menambahkan perkuliahan di masing-masing jurusan tetap berjalan, namun demi kelancaran persiapan ujian pihaknya telah memberi ijin dispensasi bagi mahasiswa lain yang turut mendukung mahasiswa yang mengikuti ujian, karena tidak bisa dipungkiri untuk menghasilkan satu ciptaan saja mahasiswa terkadang tidak hanya melibatkan para mahasiswa lain untuk mendukung tapi juga melibatkan masyarakat yang tergabung dalam sanggar seni. Tercatat sekitar 28 sanggar seni atau skaa tabuh dari berbagai daerah terlibat dalam ujian akhir mahasiswa. Keberhasilan mahasiswa dalam menghasilkan sebuah karya cipta seni berkat bekal ilmu yang mereka peroleh selama kurang lebih 4 tahun, kemudian diaplikasikan lewat bagaimana cara mengkoordinir, berorganisasi, menciptakan karya, menanggulangi kendala-kendala yang dihadapi selama proses penggarapan. Sementara untuk menilai karya mahasiswa ISI Denpasar melibatkan 19 penguji karya seni pertunjukan yang terdiri dari para dosen dilingkungan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar serta melibatkan pengamat karya seni dari berbagai bidang, yaitu Drs. I Made Seraya, I Wayan Dira, S.Pd., M.M., Ni Ketut Arini, S.ST., Drs. I Wayan Madra Aryasa, M.A., serta I Gusti Seramasemadi, S.SP., M.Si.

Kreteria penilaian penciptaan meliputi aspek ide, bentuk dan penampilan, dengan indicator penilaian yaitu tema, teknik, komposisi, kreativitas, rias/ busana, iringan, ekspresi, keutuhan serta penokohan, struktur dramatik, anta wacana, dan tata cahaya khusus untuk jurusan pedalangan. Sementara para penguji karya tulis atau komprehensif sebanyak 21 dosen yang berpengalaman dibidang karya tulis, dengan kreteria penilaian mencakup aspek sistematika dan bahasa, substansi skipsi, dan presentasi.

Sementara salah satu mahasiswa yang mengikuti ujian, I Wayan Sudarsana dari Jurusan Karawitan mengungkapkan kesiapannya untuk mengikuti rangkaian ujian akhir mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar. Karena berbekal ilmu yang diperoleh selama ini dikampus serta dukungan dan bimbingan dari para dosen pembimbing, akhirnya dia dapat menciptakan karya seni karawitan yang diharapkan dapat member inspirasi dan menambah wawasan para pencita seni. Banyak tantangan yang dihadapi selama proses pembuatan karya, diantaranya mentransfer ilmu karawitan dengan menggunakan metode terstruktur kepada para seniman alam yang biasa menggunakan metode tradisional. Sudarsana menambahkan pendukung karawitan untuk ujian akhirnya yang berasal dari skaa Truna Mekar Desa Tunjuk Tabanan ini merasa bangga dapat membantu mendukung penggarapan karya yang berjudul Sandhu Winangun, karya karawitan yang menggabungkan music atau 2 instrumen pendro dan selonding.

Sementara itu Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S.,M.A, mengungkapkan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak atas segala bantuannya sehingga rangkaian ujian karya seni ini dapat terlaksana. Ungkapan tak terhingga juga ditujukan kepada masyarakat yang tergabung dalam sanggar-sanggar seni yang turut membantu menyukseskan ujian mahasiswa ISI Denpasar. Hubungan harmonis antara ISI Denpasar dengan sanggar seni/ skaa tabuh yang ada di Bali atau diluar Bali sudah berlangsung lama. Diharapkan hubungan harmonis ini dapat terus dijalin guna menujudkan ISI Denpasar sebagai pusat pengkajian dan penciptaaan seni.

Comments are closed.