Mahasiswa ISI Jadi ”Model” Dalam MIT Review Meeting Di Thailand

Mahasiswa ISI Jadi ”Model” Dalam MIT Review Meeting Di Thailand

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) dan Fakultas Seni Rupa dan Design (FSRD) ISI Denpasar masing-masing dibawah komando I Ketut Garwa, S.Sn.,M.Sn., dan Dra. Ni Made Rinu, M.Si. semakin melaju untuk meraih cita-cita untuk  go international. Di sela-sela pelaksanaan kegiatan Tri Darma, kedua Dekan ini sangat bangga menerima dua mahasiswa ISI Denpasar, yaitu I Wayan Diana Putra dari Jurusan Karawitan FSP, serta I Wayan Eka Laksana Satiaguna dari Jurusan  Desain Interior FSRD yang baru saja menyelesaikan tugas belajar selama enam bulan dalam program ‘Student Mobility MIT Program (Malaysia-Indonesia-Thailand)” di Thammasat University Thailand. Kedua mahasiswa mahir berbahasa Inggris ini tampak sangat bangga dan bahagia saat menceritakan pengalaman mereka.

“Kami tinggal di Amarin Mansion bersama mahasiswa dari berbagai negara yang juga belajar di Thammasat University, dan persahabatan kami menjadi sarana  memperdalam Bahasa Inggris dan Bahasa Thai.”ujar Diana bangga. “Kami juga terkabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Thailand (Permitha) yang terpusat di Athen Apartement dekat lokasi Kedutaan Besar RI di Bangkok. Selama bergabung dengan “Permitha” kami pernah mengikuti Seminar Internasional di Eastin Makasan Hotel Bangkok dengan tema “The Role of Indonsian Student on Scientific Development” kerja sama antara Atase Pendidikan RI untuk Kerajaan Thailand dengan Permitha,”Eka menambahkan.

Dihubungi terpisah, Rektor ISI, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A. memberi apresiasi dan penghargaan kepada kedua mahasiswa tersebut.”Kami  sangat berterima kasih kepada Direktur Akademik Dirjen Dikti serta SEAMEO RIHED, yang telah memberi kesempatan dan motivasi kepada ISI Denpasar untuk mengikuti program MIT ini, sehingga dua mahasiswa ISI Denpasar mendapat kesempatan berharga untuk belajar di Universitas terbesar di Thailand. Hal yang sangat membanggakan lagi, dalam acara “MIT Review Meeting” di Thailand, Senin (31/1) kemarin, Diana dan Eka dijadikan “model” dan ditayangkan di depan Perdana Menteri Thailand, saat laporan kegiatan MIT tersebut oleh Ketua SEAMEO RIHED,” ujar Prof. Rai bangga.

Humas ISI Denpasar melaporkan.

Comments are closed.