Mahasiswa PS. Fotografi Raih Penghargaan Film Dokumenter Terbaik

Mahasiswa PS. Fotografi Raih Penghargaan Film Dokumenter Terbaik

Kiriman Arba Wirawan, Dosen PS Fotografi.

Tim film dokumenter Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar boleh berbangga dalam ajang Youth Sineas Award 2012. Gelaran yang diikuti pula oleh perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia ini sukses membawa delapan orangmahasiswa jurusan fotografi ISI Denpasar meraih Film Dokumenter Terbaik.

Film yang bertajuk “Porter” tersebut berhasil mengalahkan beberapa pesaing pada Sabtu (28/7) lalu. Film yang bergaya dokumenter tersebut merupakan hasil karya dari I Gede Budiwijaya, S.Sn, I Gede Sumarjaya, Ni Putu Suci Prastiti, I Komang Yorda Garmita, De Vira Puspita, I Made Adi Dharmawan, Kadek Ryan Kurnia Septiawan, dan Inyoman HaryadiWijaya. Mereka semua merupakan mahasiswa prodi Fotografi, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar.

Selain ISI Denpasar, kompetisi tahunan yang merupakan bagian dari PRESSLIST (Apresiasi Sineas dan Jurnalist) buatan kelompok Jurnalistik Madyapadma  SMA 3 Denpasar diikuti juga oleh pelajar dan mahasiswa Se-Indonesia. Diantaranya SMKN 11 Semarang, ISI Yogjakarta, Universitas Muhamadiyah Yogjakarta, Universitas Indonesia, SMPN 3 Denpasar, IM Telkom Bandung, dan masih banyak lagi. Gede Prana Darsana, selaku panitia YSA 2012, ajang untuk para sineas ini diikuti pula oleh komunitas film seperti Finger Kine Klub dan Ngenam Picture.

Prana juga menjelaskan ada beberapa hal yang membuat Film “Porter” menjadi dokumenter terbaik. “Film  karya mahasiswa fotografi ISI Denpasar ini terbaik di segala aspek penilaian, yaitu pada tata musik, sinematografi, alur cerita, dan juga editting. Minimal ada aja di urutan tiga besar,” ungkap Prana.

“Padahal film ini tidak ditargetkan untuk menang. Karena ikut serta di kompetisi ini cuma iseng-iseng aja,” ujar Ni Putu Suci Prastiti, salah seorang anggota Tim dan diproduser oleh I Komang Arba Wirawan dan I Made Saryana, sebagai dosen pembimbing.

Suci menambahkan memang masih banyak yang kurang dalam film tersebut. Namun ia merasa bangga bisa menumbangkan peserta lain yang berasal dari luar Bali. “Saya harap di tahun mendatangkan ISI bisa mengikutsertakan karya-karya yang lebih banyak lagi. Saya optimis dengan kemampuan anak ISI Denpasar,” imbuh Suci.

Hal senada juga dirasakan I Gede Budiwijaya, S. Sn, selaku sutradara film “Porter”. Budi yang meraih penghargaan Sutradara Terbaik dalam ajang yang sama merasa kemenangan di kompetisi ini menjadi penyemangat untuk mengambil pendidikan pasca sarjana di ISI Jogjakarta jurusan videografi. “Ke depannya saya terpacu untuk menciptakan karya video. Tak hanya fokus di video dokumenter saja,” tutur Budi.

Ini merupakan prestasi yang membanggakan Budi karena pada hari ditetapkannya sebagai Sutradara Terbaik, Budi juga sedang melaksanakan upacara pengukuhannya sebagai Sarjana Seni fotografi.

 Penghargaan Film Dokumenter terbaik dan sutradara terbaik, tim ISI Denpasar yang diwakili Progam Studi Fotografi, FSRD, ISI Denpasar pada MADYAPADMA JOURNALISTIC YOUTH SINEAS AWARD DI DENPASAR Tahun 2012

Comments are closed.