Mahasiswa Seni Rupa Murni Memaknai Hari Kasih Sayang Dengan Pameran

Mahasiswa Seni Rupa Murni Memaknai Hari Kasih Sayang Dengan Pameran

Suasana PameranDalam suasana hari kasih sayang, Komunitas Cagar Budaya (gabungan mahasiswa sementer II FSRD ISI Denpasar) memaknainya dengan menggelar pameran seni rupa yang dibuka oleh Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S. M.A. Pameran akan berlangsung dari tanggal 14 Februari 2010 hingga 21 Februari 2010 bertempat di gedung pameran Taman Budaya, Art Center Denpasar. Menurut Ketua Panitia, Dewa Putu Budiartha, pameran ini mengusung tema “Back To The Basic” yang merupakan upaya para perupa (mahasiswa ISI Denpasar) untuk mengingatkan kembali apa yang menjdi dasar para perupa dalam memvisualisasikan suatu ide dalam sebuah media tanpa mengesampingkan nilai estetika dalam berkarya.

Sementara menurut Ketua Program Studi Seni Rupa Murni, Drs. I Wayan Kondra, M.Si., pameran ini adalah sebagai bentuk apresiasi dan pertanggungjawaban public di prodi seni rupa murni. Karya yang ditampilkan adalah karya mahasiswa semasa menempuh pendidikan di semester I, sehingga ini dapat menjadi tolak ukur perkembangan mahasiswa ISI Denpasar dalam berkarya setelah menempuh pendidikan di Prodi Seni Rupa Murni FSRD ISI Denpasar. Sebanyak 56 karya lukis dan 8 karya patung dipamerkan. Lewat pameran ini diharapkan dari awal mahasiuswa sudah mendapatkan masukan dan kritik dari public terhadap hasil awal dari perkuliahan di ISI Denpasar yang sesuai dengan tema yang diambil yaitu “Back to the basic”. “Basic” juga dapat diartikan bahwa kita harus kembali ke alam untuk menjaga dan melindungi pelestarian alam, dan karya-karya yang dipamerkan membawa pesan sentilan kepada umat untuk turut melestarikan keasrian alam.

Rektor ISI Denpasar,Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., saat membuka acara pameran tersebut, tak bisa menyembunyikan rasa bangga terhadap mahasiswa ISI Denpasar yang sejak awal (basic) sudah berani menunjukkan hasil karyanya selama satu semester. Yang lebih menarik lagi saat awal pembukaan pameran sekitar 15 karya lukis telah laku terjual. Ini sebagai pembuktian atas kualitas karya mahasiswa ISI Denpasar yang telah mempu bersaing ditengah pasar bebas serta memenuhi keinginan pasar. Diharapkan pameran ini dapat membangun dialog apresiatif serta mampu membangkitkan karya mahasiswa lewat masukan dan kritikan dari masyarakat. Apalagi ditengah suasana kasih sayang, menjadikan karya-karya yang lebih banyak mangangkat tentang alam ini menjadi lebih bermakna. ” Mari kita taklukkan dunia lewat seni dan kasih sayang”, tegas Prof. Rai dengan mata berbinar.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Comments are closed.