Mahasiswa Tak Hanya Butuh Kemampuan Teknis

Mahasiswa Tak Hanya Butuh Kemampuan Teknis

Jakarta ---- Pendidikan tinggi dipercaya berperan besar dalam menentukan tinggi rendahnya daya saing sebuah bangsa. Daya saing yang tinggi juga hanya bisa diraih jika ada kerangka kerja yang sesuai, dan karakternya melekat pada individu dan masyarakat bangsa tersebut. Jika tidak, bisa dipastikan daya saingnya akan rendah.

Di sisi lain, pendidikan tinggi menghadapi banyak tantangan dan harus terus beradaptasi dengan dinamika globalisasi. Apalagi, bagi Indonesia sebagai satu negara berkembang, dengan populasi mencapai 240 juta orang, dan tersebar di tiga daerah waktu, 443 bahasa dan dialek, tapi 70 persen wilayahnya adalah perairan, mengembangkan pendidikan adalah tugas yang berat dan sangat menantang.

"Pada level pendidikan tinggi, selain membekali mahasiswa dengan kemampuan teknis yang berguna dalam persaingan global, juga harus memberi kontribusi pada pembentukan demokrasi, peradaban, dan masyarakat yang inklusif," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Djoko Santoso, saat mewakili Wakil Mendiknas Fasli Jalal membuka forum yang diselenggarakan oleh International Institution for Educational Planning UNESCO, SEAMEO Regional Centre for Higher Education and Development., dan Kemdiknas, di Hotel Century, Jakarta, Senin (23/05). Forum  ini diselenggarakan untuk merancang sistem yang mengatur kebijakan dan aturan-aturan bagi pemerintah dalam mengatur pendidikan tinggi.

Salah satu pembicara dalam forum tersebut  yakni Centre Director SEAMEO RIHED Sauwakon Ratanawijitrasin mengatakan, tahun lalu IIEP dan SEAMEO telah meluncurkan program penelitian mengenai manajemen pendidikan tinggi. Penelitian tersebut dipakai sebagai bahan untuk menentukan kebijakan yang akan diambil dalam sistem.

Penelitian tersebut  melibatkan lima negara, yaitu, Jepang, Kamboja, Vietnam, Indonesia, dan China. Para peneliti dari lima negara tersebut juga akan berpartisipasi dalam forum ini untuk menceritakan pengalaman-pengalaman mereka selama melakukan penelitian.

Selain itu, Head of Governance IIEP N.V. Varghese juga mengatakan, ada empat isu yang menjadi fokus IIEP. Empat focus tersebut adalah persamaan, akses, kualitas, dan biaya pendidikan. Keempat isu tersebut juga akan dibahas dalam forum ini.

Turut hadir juga dalam forum, Programme Specialist at IIEP Michaela Martin. Michaela menyampaikan bahwa penelitian yang dilakukan oleh IIEP bukanlah penelitian yang dikhususkan bagi IIEP, tapi untuk seluruh dunia khususnya pada pendidikan tinggi.

Forum ini akan berlangsung dua hari, 23-24 Mei 2011. Diharapkan hasil dari pembicaraan ini akan menjadi media bagi kemajuan pendidikan tinggi dan sebagai promosi program pendidikan tinggi kepada masyarakat.

Sumber: kemdiknas.go.id

Comments are closed.