DWP. ISI Denpasar Memaknai Hari Kartini Lewat Pertunjukan Cak Wanita ‘Bungan Sandat’

DWP. ISI Denpasar Memaknai Hari Kartini Lewat Pertunjukan Cak Wanita ‘Bungan Sandat’

Guna memperingati hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April, Darma Wanita ISI Denpasar tengah memnpersiapkan Tari Cak Wanita. Ide yang digagas oleh Koordinator Asti Pertiwi (Skaa tabuh wanita ISI Denpasar), Ni Ketut Suryatini, M.Sn ini sangat didukung oleh Ketua Darma Wanita ISI Denpasar, I Gusti Ayu Srinatih, S.ST., M.Si. Menurutnya kegiatan ini sangat penting untuk menjalin keakraban dan kebersamaan antar anggota. Sementara kali ini ide membuat garapan Tari Cak Wanita adalah sebagai bentuk dukungan terhadap emansipasi wanita yang didengung-dengungkan selama ini. “Ini adalah bentuk nyata persamaan gender yang selama ini diwacanakan” ungkap istri Rektor ISI Denpasar ini.

Sekitar 40 anggota Darma Wanita ISI Denpasar, dari dua fakultas yaitu Fakultas Seni Pertunjukan dan Fakultas Seni Rupa dan Desain akan menampilkan Cak dengan kreasi, berjudul  “Bungan Sandat”. Disebut Cak kreasi baru karena selain menari Cak, mereka juga mengkolaborasikan dengan lagu Bali yang sangat familiar yaitu “Bungan Sandat”,  lagu ciptaan Alm. Bapak AA Made Cakra. Lagu Bali ini dibawakan dengan indah oleh tiga penyanyi, dengan iringan biola dan suara Cak yang saling bersahuatan. Tak hanya permainan lagu pop Bali saja, disela-sela ngecak, mereka juga menghadirkan bebondresan dengan mengambil filosofi dari makna bungan sandat, serta Hari Kartini. Tak cukup hanya itu saja, jelang akhir pementasan, ibu-ibu ini menampilkan gegitaan dengan mengangkat tema tentang emansipasi wanita. Sementara guna mendukung tema yang diangkat yaitu ‘Bungan Sandat’, Cak wanita ISI Denpasar ini menggunakan property kipas, yang membentuk formasi-formasi layaknya seperti bungan sandat.

Menurut Ketua Darma Wanita ISI Denpasar, I Gusti Ayu Srinatih, S.ST., M.Si. dipilihnya tema ‘Bungan Sandat’, karena bunga sangat identik dengan perempuan, sementara ‘Sandat’ dilihat dari kareakter bunganya mengandung makna yang mendalam dan patut ditiru oleh kita kaum wanita. Layaknya setiap bait dalam lagu ‘Bungan Sandat’ yang mengandung makna, dimana
kita harus berhati-hati dalam bersikap, jangan seperti bunga kembang bintang yang tumbuh dijalanan, semua ingin memetik lalu dibuang.  Lihatlah bunga Sandat (Kenanga), seberapapun layunya tetap harum. Itu yang mesti ditiru, selama hidup selalu bersikap baik dan membuat harum hingga akhir hayat.  Untuk para remaja putra-putri agar saling hidup rukun, mengasihi serta memperkuat rasa persaudaraan sehingga tentu kebahagiaan dan ketenteraman yang diperoleh.

Pementasan Cak ‘Bungan Sandat’ akan berlangsung pada tanggal 17 April 2010, yang bertempat di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Comments are closed.