Memukau, Pentas Karya Inovatif ISI Denpasar

Memukau, Pentas Karya Inovatif ISI Denpasar

Kiriman : Warta Bali

Delapan karya seni inovatif terbaik dari karya cipta mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar tampil memukau di panggung terbuka Nretya Mandala ISI Denpasar, beberapa waktu. Pagelaran seni serangkaian Dies Natalis XII ini, disuguhkan Fakultas Seni Pertunjukan dengan mempersembahkan karya seni karawitan, tari dan pedalangan.

Diawali persembahan musik kebyar rare dari prodi musik. Garapan yang menyajikan lagu – lagu tempo dulu diramu dalam rasa kekinian dengan memadukan elemen music tradisional dan modern. Selanjutnya, penampilan inovatif dari jurusan pedalangan yang menyajikan garapanberjudul ‘perang banjar’ dikemas dengan perpaduan tradisi dengan teknologi canggih seperti royektor sound efek lainnya. Karya ini didukung puluhan dalang sehingga menambah suasana atraktif. Berikutnya, penonton yang hadir dimanjakan sebuah karya pepanggulan ‘ Sanga Datu ‘ persembahan mahasiswa semester IIA dan karya tabuh ‘Tri Rasa’ karya prodi kerawitan semester VI. Sedangkan karya tari diawali dengan tari kreasi berjudul ‘Irsia Rasa’ oleh mahasiswa tari semester II. Kemudian disugguhkan Tari Kaslimur dari prodi tari semester IV, dilanjutkan Tari Diwarsa oleh prodi sendratasik dan diakhiri tari mangigel.

Menariknya, salah satu tarian, Tari Kaslimur yang tampil sederhana, memakai endek gelap dengan hiasan kepala uyang dihiasi bunga hidup, minim prade, tetapi masih terlihat mewah dan kalem.

 Tarian ini dibawakan 4 penari laki laki dan 4 perempuan yang menyiratkan kisah percintaan. Sementara tari Mangigel tampil semarak dengan corak tari perpaduan lintas Bali dan Jawa. Mangigel bernuansa legong, kemudian muncul penari laki dengan tari bebarisan dengan iringan pepanggulan, sedangkan perempuan menari gaya jawa. Selain gerakan jawa, cerminan tarian peraduan khas jawa juga dilantunkan lewat tembang Jawa. Busana khas juga nampak melekat pada sanggul kejawen.

Comments are closed.