Memvisualisasikan Konsep Rwa Bineda Ke Dalam Bentuk Kriya Seni Yang Menggunakan Limbah Kayu

Memvisualisasikan Konsep Rwa Bineda Ke Dalam Bentuk Kriya Seni Yang Menggunakan Limbah Kayu

Oleh : I Made Gerya, S.Sn., Jurusan Kriya Seni, FSRD, Penciptaan DIPA 2008

Abstrak penelitian

Dalam penciptaan karya seni yang mengambil tema konsep rwa bineda yang memvisualisasikan  lewat media kayu dan limbah kayu. Dengan pemahaman tentang konsep rwa bineda yang kental mengandung nilai dualistik dan saling bertentang satu dengan yang lainnya, tidak pernah selesai sepanjang zaman. Dan konsep rwa bineda bagi pandangan masyarakat Bali tetap eksis dan percaya dengan konsep dualistik, yang berbeda bentuk sifat dan prinsip hidup yang sering tertuang dalam konsep kiwa-tengen (ilmu hitam dan ilmu Putih). Dan ini juga mewarnai hidup manusia di jagat raya ini baik bersifat individu maupun universal, sesuai dengan ruang dan waktu di mana kita berbeda. Terkait  dengan karya kriya yang mengambik tema rwa bineda sebagai konsep seni, dapat dipakai landasan dalam memahami pemilihan bahan kayu baik mewakili nilai bagus alamiah bahannya, dan ilmiah kayu yang mengandung nilai konotasi negatif. Dan dalam karya digabung menyatu, dengan pertimbangan hukum rasa estetik harmonis pribadi seniannya. Ternyata hasilya dapat menunjukan lima karya kriya kayu yang menggunakan kayu dan limbah kayu dapat diwujudkan secara nyata dan berkualitas artistik magis ekspresif.

Jadi karya dihasilkan dari pengolahan konsep rwa bineda dan limbah kayu, menunjukan motif topeng, manusia, barong, rangda, api dan air sebagai unsur penunjangnya. Dengan komposisi kontras menuju komposisi estetika harmonis, artinya banyak motif posisikan silang, sembraut, ekspretif, tetapi stelah diadakan perombakan saling menyesuaikan motif utama dan pendukung dapat menyatu secara pertimbangan estetika pribadi penciptanya. Ternyata konsep rwa bineda perlu lagi di lakukan pengkajian ulang dan pengembangan kosep dalam penciptaan karya seni dengan cara pandang yang baru dari  sudut teoritis dan penciptaan seni.

Comments are closed.