Mendiknas Puji Semangat Belajar Anak Jalanan

Mendiknas Puji Semangat Belajar Anak Jalanan

JAKARTA - Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh berbuka bersama dengan anak-anak jalanan yang tertampung sebagai warga belajar rumah singgah yang dikelola Yayasan HIMMATA, di Plumpang, Rawa Badak, Jakarta Utara, pada Rabu (01/09).

Turut serta bersama menteri adalah Sekretaris Jenderal Dodi Nandika, Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Suyanto, Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Baedhowi, Direktur Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal Hamid Muhammad, dan pejabat Kementerian Pendidikan Nasional yang lainnya. Selain itu juga hadir Donny Rahajoe, Head of Coporate Communications & Public Relations-President Office PT Sinar Mas, serta Rizal, Ketua Surabaya Community (SC).

Pada kesempatan itu dilakukan penyerahan bingkisan berupa kitab suci Al Quran dan buku tulis dari PT Sinar Mas kepada anak jalanan. Mendiknas juga menyerahkan bingkisan lebaran untuk anak jalanan yang mengikuti pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C. Juga diserahkan bantuan kepada lima pemilik rumah singgah yang berada di DKI Jakarta berupa dana sebesar Rp 50 juta kepada setiap pemilik rumah singgah yang digunakan antara lain untuk infrastruktur, biaya operasional dan juga untuk peningkatan kesejahteraan guru/tutor di rumah singgah tersebut.

Ada pula pemberian 17 unit komputer untuk rumah singgah. Masing-masing lima unit dari Kemdiknas, tiga unit dari PT Sinar Mas, dan sembilan unit dari para pengusaha yang tergabung dalam Surabaya Community.

Dalam sambutannya, Menteri Nuh mengatakan memuji semangat kurang lebih 1.000 orang di rumah singgah yang menempuh pendidikan kesetaraan  Paket A, B dan C. "Dengan keadaan yang seperti ini, mereka tetap bertahan dan punya semangat. Ini tugas kita untuk memberikan dorongan, sehingga mereka tetap punya masa depan," katanya.

"Support dari pemerintah pusat yaitu kita membantu mulai juga dari biaya yang rutin, juga guru  yang kita lakukan perbaikan tingkat kesejahteraan, peralatan-peralatan juga. "Intinya ada anggaran secara khusus dan ada direktorat jenderal yang menangani secara khusus, ijazahnya pun juga sama. Namanya kesetaraan ya sama," kata Mendiknas.

Mendiknas menjanjikan untuk memberi kesempatan para guru atau tutor di rumah singgah untuk meningkatkan kualifikasi sekolahnya. "Syukur-syukur nanti bisa kita standarisasi sehingga ada quality insurance-nya," katanya.

Pada acara yang sama, Hamid Muhammad mengatakan bahwa hal yang terpenting adalah bagaimana kita menjamin agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. "Jadi tidak ada istilah bahwa pendidikan nonformal itu tidak bermutu. Tetap kita kasih layanan dan penjaminan mutu yang benar, karena itu walaupun pendidikan kesetaraan ini, saya harapkan semua peserta didik dan masyarakat itu tetap mendukung dan belajar dengan sebaik-baiknya," katanya. (nasrul)

Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/9/2/anak-jalanan.aspx

Comments are closed.