“Ngaturang Ayah” Di Pura Batur

“Ngaturang Ayah” Di Pura Batur

Kiriman Ni Ketut Dewi Yulianti, Dosen PS. Seni Karawitan.

Rombogan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, yang terdiri dari dosen, pegawai, dan mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan (FSP), ngaturang ayah di Pura Batur, Kamis (12/4) yang lalu. Rombongan seniman tari, karawitan dan pedalangan ini membaur di areal pura. Mahasiswa dan dosen menabuh gamelan Gong Gede, ada juga Gamelan Gong Kebyar mengiringi Tari Rejang Dewa, Baris Gede, dan Topeng Sidakarya, serta penabuh Asti Pertiwi menabuh gamelan Semar Pegulingan.

Masyarakat Batur sangat berterima kasih kepada kampus ISI Denpasar yang selalu ngaturang ayah di Pura Batur ini, dan juga telah merekonstruksi Gamelan Gong Gede Desa Batur di kampus ISI beberapa waktu yang lalu, yang mana hasil rekonstruksi ini dikembalikan lagi kepada masyarakat Batur. Tampak dalam rombongan, Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S.,M.A. didampingi PR IV Bidang kerja sama, Dekan FSP ,turut serta menabuh berbaur dengan mahasiswa, dalam barungan yang berbeda.

Suksma ring Hyang Widhi¸kami dapat “ngaturang ayah” pada setiap piodalan di pura ini , serta terima kasih kepada panitya karya yang telah member kesempatan kepada kami, dan juga seluruh dosen, dan mahasiswa yang selalu semangat dalam setiap kegiatan ngayah, untuk memohon keselamatn bersama.Tuhan telah memberikan kita karunia dan kemampuan dalam bidang seni, dan kita pun ngaturang ayah lewat seni ,”ujar Prof. Rai .

Pada malam harinya, rombongan ISI Denpasar juga ngaturang ayah dengan mementaskan tari Satya Brasta, Oleg Tamulilingan, Selat Segara, Wiranjaya, dan Prembon, yang ditarikan oleh mahasiswa dan dosen.

Ida Ayu Wimba Ruspawati dan Ketut Yuliasih koordinator Ajang Gelar ISI mengatakana bahwa mahasiswa Jurusan Tari, Pedalangan, dan Mahasiswa Asing mempersembahkan Tari Rejang Dewa, Baris Gede, serta Topeng Sidakarya,yang merupakan ayah-ayahan rutin pada setiap piodalan di pura Batur.

Comments are closed.